Netzarim Berdarah 25 Warga Palestina Ditembak Zionis Israel Saat Cari Bantuan

JurnalLugas.Com — Sedikitnya 25 warga Palestina dilaporkan tewas setelah pasukan Zionis Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan di titik distribusi bantuan di wilayah tengah Jalur Gaza, Rabu (11/6). Insiden ini terjadi di sekitar Koridor Netzarim, selatan Kota Gaza, dan memperpanjang daftar panjang korban dalam krisis kemanusiaan yang terus memburuk.

Menurut keterangan sejumlah sumber lokal dan saksi mata di lokasi, tembakan dilepaskan secara intens saat ratusan warga mengantre bantuan yang disalurkan melalui mekanisme distribusi yang digagas oleh militer Israel. Titik distribusi ini sejatinya bertujuan menyalurkan kebutuhan dasar bagi warga sipil di tengah blokade yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Bacaan Lainnya

Namun, mekanisme bantuan ini justru memicu kontroversi dan kecaman dari berbagai pihak. Kantor media otoritas Gaza sebelumnya mencatat, lebih dari 160 warga Palestina telah kehilangan nyawa saat berupaya mendapatkan bantuan sejak program tersebut dimulai pada 27 Mei lalu. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta komunitas internasional menilai sistem distribusi ini tidak aman dan menempatkan warga sipil dalam risiko tinggi.

Baca Juga  Krisis Pangan di Jalur Gaza Serangan Zionis Israel dan Kurangnya Respons Dunia Barat

Di tempat lain, empat warga Palestina juga dilaporkan tewas akibat serangan drone Israel yang menyasar tenda pengungsi di wilayah Al-Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan. Serangan ini menambah jumlah korban jiwa dalam eskalasi militer yang terus berlanjut sejak Oktober 2023.

Berdasarkan data otoritas kesehatan Gaza, jumlah korban tewas telah mencapai hampir 55.000 jiwa, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Meskipun berbagai pihak global menyerukan gencatan senjata, operasi militer Israel terus berlangsung.

Kondisi ini turut memicu tekanan hukum internasional terhadap Israel. Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Baca Juga  Biadab Zionis Israel Tembaki Warga Gaza Kembali ke Zeitoun Gaza Selatan

Selain itu, Israel kini menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas agresi yang dilakukan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Proses hukum ini tengah berjalan dan mendapat perhatian luas dari komunitas global.

Krisis kemanusiaan di Gaza menunjukkan belum adanya tanda-tanda mereda. Sementara dunia internasional terus menyerukan perdamaian, suara dari lapangan memperlihatkan penderitaan warga sipil yang kian mendalam dari hari ke hari.

Baca berita selengkapnya dan update terkini hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait