Trump Serangan Nuklir ke Iran Setara Hiroshima Nagasaki Akhiri Konflik Timur Tengah

JurnalLugas.Com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengundang kontroversi setelah menyamakan serangan AS ke fasilitas nuklir Iran dengan pemboman Hiroshima dan Nagasaki oleh AS pada Perang Dunia II. Pernyataan itu disampaikannya dalam konferensi pers di Washington, Rabu (25/6), beberapa hari setelah gencatan senjata diberlakukan antara Iran dan Israel.

“Kami melakukan sesuatu yang sangat besar. Seperti Hiroshima dan Nagasaki ini menyudahi semuanya,” ujar Trump dalam keterangan singkatnya yang dikutip dari sejumlah media internasional.

Bacaan Lainnya

Trump menyebut serangan presisi terhadap fasilitas nuklir Iran sebagai langkah strategis yang “membekukan” ambisi nuklir Teheran. Menurutnya, operasi militer terbatas itu adalah kunci untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan dan mempercepat tercapainya kesepakatan damai.

Baca Juga  400 Rudal Iran Serbu Israel Tel Aviv dan Haifa Jadi Target Utama

“Kami menyelesaikan ini dengan cara yang hanya bisa dilakukan oleh Amerika,” lanjut Trump.

Meskipun belum ada laporan korban jiwa dari serangan tersebut, sejumlah analis memperkirakan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur pengayaan uranium Iran.

Respons Iran dan Komunitas Internasional

Iran merespons keras pernyataan Trump. Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa Iran akan membalas jika serangan serupa terjadi lagi. Dalam pidatonya di Teheran, Khamenei menuding AS telah “melanggar batas” dan menegaskan bahwa Teheran tetap berkomitmen membela kedaulatan negaranya.

Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan belum mendapatkan izin penuh untuk memverifikasi kerusakan situs nuklir Iran. Beberapa lembaga intelijen, termasuk CIA dan DIA, menilai serangan tersebut hanya akan menunda program nuklir Iran selama beberapa bulan.

Pakar Khawatir Retorika Trump Timbulkan Ketegangan Baru

Baca Juga  Amir-Saeid Iravani Iran Tak Akan Hentikan Uranium Meski Diserang AS dan Israel

Pengamat geopolitik dari Brookings Institution, D. Kaplan, menilai perbandingan yang dilakukan Trump “sangat provokatif” dan dapat membangkitkan luka sejarah lama, terutama di mata dunia Timur.

“Analogi dengan Hiroshima bukan hanya tidak sensitif, tapi juga mengaburkan perbedaan besar antara skala kehancuran yang terjadi,” ujarnya dalam analisisnya.

Meski begitu, Trump tetap yakin langkah ini adalah penentu kemenangan diplomatik Amerika Serikat di Timur Tengah. Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan dialog baru antara Washington dan Teheran dalam waktu dekat.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait