JurnalLugas.Com – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, secara lantang menyatakan bahwa Iran tidak akan pernah tunduk kepada Amerika Serikat. Penegasan tersebut disampaikannya dalam pidato publik pertamanya sejak 19 Juni 2025, usai perang selama 12 hari antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat.
“Presiden AS mengatakan bahwa Amerika tidak akan puas kecuali Iran menyerah sepenuhnya. Tapi itu tidak akan pernah terjadi,” ujar Khamenei, Jumat (27/6/2025), dalam pidato yang disiarkan langsung oleh media nasional.
Pidato ini muncul di tengah simpang siur informasi dari Washington soal hasil serangan udara AS ke fasilitas nuklir utama Iran, seperti Fordow, Natanz, dan Isfahan. Presiden AS Donald Trump mengklaim serangan tersebut telah “melenyapkan” kemampuan nuklir Iran.
Namun Khamenei membantah keras klaim tersebut. Ia menyebut bahwa Amerika tidak mendapatkan apa pun yang berarti dari serangannya. “Trump telah melebih-lebihkan. Fasilitas nuklir kami tetap utuh,” katanya.
Lebih lanjut, Khamenei menyebut Republik Islam Iran berhasil membalas dengan “tamparan keras ke wajah Amerika” lewat serangan rudal ke pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah yang terletak di Qatar. Serangan ini disebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menurut Khamenei menjadi simbol kemenangan Iran.
Ia juga memberikan apresiasi kepada angkatan bersenjata Iran yang disebutnya “berhasil menjaga kehormatan bangsa” dalam menghadapi tekanan militer dari dua kekuatan besar, yakni Israel dan AS.
Sementara itu, suasana di ibu kota Iran, Teheran, mulai berangsur normal. Warga yang sempat mengungsi dari kota selama perang dilaporkan mulai kembali. Namun rasa cemas masih membayangi.
“Ada ketegangan yang belum sepenuhnya reda. Banyak warga yakin bahwa ini hanyalah gelombang pertama dan perang bisa berlanjut kapan saja,” tulis media lokal Iran dalam laporannya.
Kritik juga mulai bermunculan dari masyarakat terhadap sistem pertahanan udara Iran. “Sebagian warga merasa pertahanan kita masih rentan, terutama jika menghadapi serangan berulang dari Israel dan AS,” tulis laporan tersebut.
Untuk informasi lengkap dan update lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.






