JurnalLugas.Com — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan persatuan di antara negara-negara Muslim sebagai kunci untuk menggagalkan rencana jahat Israel yang menurutnya sejak awal berdiri “identik dengan kejahatan dan pertumpahan darah.”
Dalam percakapan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu malam (14/6), Pezeshkian menyampaikan apresiasi atas solidaritas yang ditunjukkan Erdogan kepada Iran di tengah situasi yang memanas.
“Israel kembali menunjukkan bahwa mereka tidak menghormati hak asasi manusia dan hukum internasional,” ujar Pezeshkian. Ia menuding Israel kerap melakukan pembunuhan terhadap warga sipil, ilmuwan, hingga personel militer setiap kali ada kesempatan.
Menurut Pezeshkian, serangan terbaru Israel terhadap wilayah Iran terjadi justru ketika Iran dan Amerika Serikat sedang berada dalam tahap negosiasi terkait program nuklir. Ia menilai serangan itu sebagai upaya sistematis Israel untuk menggagalkan setiap peluang perdamaian.
“Republik Islam Iran selalu mengedepankan perdamaian dan dialog. Kami ingin memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga dan sesama negara Muslim,” tegas Pezeshkian.
Namun, lanjutnya, Israel kerap menghalangi langkah-langkah itu. “Termasuk membunuh syahid Ismail Haniyeh saat beliau menjadi tamu resmi kami,” kata Pezeshkian, merujuk pada pembunuhan terhadap petinggi Hamas yang dilakukan oleh pasukan Israel di Teheran.
Lebih jauh, Pezeshkian menegaskan pentingnya kolaborasi strategis negara-negara Islam untuk menghadapi agresi Israel. “Negara-negara Islam harus memperkuat pertahanan dan bekerja sama menjaga perdamaian serta pembangunan di kawasan,” katanya lugas.
Menanggapi hal itu, Presiden Erdogan secara terbuka mengecam tindakan militer Israel dan menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran yang menjadi korban.
“Benjamin Netanyahu ingin menciptakan kekacauan di kawasan,” ucap Erdogan. Ia menilai salah satu tujuan Israel adalah mengalihkan perhatian publik internasional dari kejahatan kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza.
Erdogan juga menegaskan kembali dukungan Turki terhadap penyelesaian isu nuklir Iran secara damai melalui jalur diplomasi.
Pernyataan kedua pemimpin itu mencerminkan semakin eratnya solidaritas di antara kekuatan dunia Islam dalam menghadapi tekanan geopolitik yang semakin intens.
Berita lengkap dan informasi lainnya dapat dibaca di JurnalLugas.Com






