Asal Usul Kaum Druze dan Ajaran Mistisnya Bertahan Ribuan Tahun Dilindungi Zionis Israel

JurnalLugas.Com — Kaum Druze atau al-Muwahhidun adalah komunitas religius yang berasal dari Timur Tengah dan telah menjadi bagian penting dari sejarah kawasan sejak abad ke-11 Masehi. Meskipun jumlah mereka relatif kecil, pengaruhnya dalam politik dan budaya cukup signifikan di negara-negara seperti Suriah, Lebanon, Israel, dan Yordania. Namun yang paling mencolok adalah sifat tertutup dan penuh rahasia dari agama dan kepercayaan mereka.

Asal Usul Sejarah Druze

Kaum Druze berasal dari gerakan keagamaan yang berkembang pada masa Kekhalifahan Fatimiyah di Mesir, di bawah pemerintahan Khalifah Al-Hakim bi-Amr Allah (996–1021 M). Tokoh penting dalam kemunculan ajaran Druze adalah Hamza ibn Ali ibn Ahmad, yang dianggap sebagai pendiri utama teologi Druze.

Bacaan Lainnya

Gerakan ini awalnya merupakan cabang dari Islam Syiah Ismailiyah, namun berkembang menjadi aliran tersendiri yang tidak lagi menganggap dirinya bagian dari Islam. Saat Al-Hakim menghilang secara misterius, pengikut Druze meyakini ia tidak mati, melainkan bersembunyi dan akan kembali sebagai manifestasi Tuhan. Konsep ini menjadi dasar kepercayaan mereka bahwa Tuhan dapat berinkarnasi dalam manusia pilihan.

Keyakinan Keagamaan Kaum Druze

Agama Druze tidak terbuka untuk umum dan sangat berbeda dari agama-agama monoteistik utama lainnya. Berikut beberapa poin penting mengenai kepercayaan mereka:

1. Tauhid yang Unik

Nama resmi mereka, al-Muwahhidun berarti “penganut tauhid” atau penganut ketunggalan Tuhan. Namun, konsep tauhid dalam ajaran Druze lebih bersifat filosofis dan esoterik, berbeda dari konsep tauhid dalam Islam. Mereka meyakini bahwa Tuhan melampaui pemahaman manusia dan hanya bisa dikenali melalui pencerahan spiritual.

Baca Juga  Fadl Abdulghani SNHR Hukum Perwira Rezim Bashar al-Assad

2. Reinkarnasi

Salah satu aspek paling unik dari ajaran Druze adalah kepercayaan pada reinkarnasi (taqammus). Mereka percaya jiwa manusia berpindah ke tubuh baru segera setelah kematian, dan siklus ini terus berlanjut hingga jiwa mencapai kesempurnaan spiritual.

3. Kitab Hikmah

Teks suci Druze disebut Rasa’il al-Hikmah (Risalah Kebijaksanaan), yang hanya boleh diakses oleh kaum elit spiritual yang disebut al-‘Uqqāl. Teks ini memuat filsafat, ajaran moral, dan prinsip-prinsip kehidupan berdasarkan penafsiran simbolik terhadap wahyu.

4. Tidak Ada Ritus Formal

Berbeda dari umat Islam, Kristen, atau Yahudi, kaum Druze tidak memiliki ritus publik seperti shalat berjamaah, puasa Ramadan, atau pergi haji. Ibadah mereka bersifat batiniah, dilakukan secara pribadi, dan tidak untuk dipamerkan.

5. Tidak Ada Konversi

Komunitas Druze tertutup secara ketat. Mereka tidak menerima mualaf dan tidak melakukan dakwah. Seseorang hanya bisa menjadi Druze jika lahir dari orang tua Druze. Bahkan, pernikahan dengan orang luar bisa menyebabkan pengucilan dari komunitas.

6. Etika dan Moralitas

Meskipun penuh misteri, kaum Druze sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, kesetiaan, kehormatan, dan kesederhanaan. Mereka diajarkan untuk hidup damai, tidak serakah, dan menjunjung tinggi persaudaraan komunitas.

Struktur Sosial dan Kehidupan Sehari-Hari

Kaum Druze dibagi menjadi dua golongan:

  • al-‘Uqqāl: Mereka adalah kaum spiritual dan religius, mengenakan pakaian sederhana, biasanya serba hitam atau putih, dan mengabdikan hidup untuk memahami ajaran spiritual.
  • al-Juhhāl: Mayoritas kaum Druze yang tidak mendalami agama secara mendalam, namun tetap mematuhi nilai dan prinsip komunitas.
Baca Juga  Pasukan Oposisi Kuasai Damaskus Abu Mohammad Al Jolani Tahan Diri Intervensi Israel Keluarga Assad Minggat ke Rusia

Kaum Druze juga dikenal dengan solidaritas tinggi dan ikatan komunitas yang kuat. Mereka menjaga kelangsungan identitas melalui pernikahan internal, ziarah ke makam suci leluhur, serta pelestarian bahasa dan budaya lokal.

Persebaran dan Peran Politik

Saat ini, komunitas Druze tersebar di:

  • Suriah: Sekitar 700.000 jiwa, sebagian besar tinggal di wilayah Jabal al-Druze (Jabal al-Arab).
  • Lebanon: Sekitar 300.000 jiwa, memiliki partai politik sendiri dan keterwakilan di parlemen.
  • Israel: Sekitar 150.000 jiwa, mengikuti wajib militer dan aktif di pemerintahan serta militer.
  • Yordania: Populasi lebih kecil, namun tetap mempertahankan komunitas tradisional.

Kaum Druze adalah simbol dari kekuatan identitas religius dan kebudayaan minoritas yang bertahan lebih dari seribu tahun meski berada di tengah konflik dan perubahan geopolitik Timur Tengah. Mereka menjaga nilai dan kepercayaan dengan disiplin tinggi, membuktikan bahwa spiritualitas bisa menjadi benteng yang tangguh dalam menghadapi gelombang zaman.

📌 Baca lebih banyak berita eksklusif seputar konflik sektarian, sejarah Timur Tengah, dan isu global hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait