JurnalLugas.Com – Suriah menegaskan kembali komitmennya untuk memerangi kelompok teroris ISIS (Daesh) dan mencegah wilayahnya dijadikan tempat berlindung bagi kelompok ekstremis. Pernyataan ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Suriah pada Sabtu, 20 Desember 2025, menyusul serangan Amerika Serikat yang menargetkan posisi ISIS di wilayah negara tersebut.
Melalui unggahan di platform media sosial X, kementerian menekankan bahwa Suriah akan terus meningkatkan operasi militer terhadap ISIS di seluruh wilayah yang dianggap mengancam keamanan nasional. “Suriah akan melanjutkan upaya intensif untuk menumpas terorisme dan melindungi warganya,” bunyi pernyataan kementerian yang dikutip secara singkat.
Selain itu, kementerian menyerukan agar Amerika Serikat dan negara-negara anggota koalisi internasional pimpinan AS mendukung langkah Suriah dalam memberantas terorisme. Dukungan internasional ini dinilai penting untuk melindungi warga sipil serta memulihkan keamanan dan stabilitas di Suriah maupun kawasan sekitarnya.
Kementerian tidak merinci lokasi pasti, jumlah korban, maupun detail operasi militer yang dilakukan AS. Pernyataan ini muncul beberapa jam setelah AS melancarkan serangan sebagai respons terhadap serangan mematikan yang menimpa pasukan Amerika pada 13 Desember di dekat Kota Palmyra, Suriah tengah.
Langkah Suriah ini menegaskan posisi negara tersebut sebagai pihak yang aktif memerangi ekstremisme sekaligus mengundang kerja sama internasional untuk menstabilkan wilayah yang terus dilanda konflik.
Baca berita selengkapnya: JurnalLugas.Com






