AS Kecam Serangan Israel ke Suriah Tapi Tetap Salurkan Bantuan Senjata ke Tel Aviv

JurnalLugas.Com — Amerika Serikat menyatakan tidak menyetujui serangan militer terbaru yang dilancarkan Zionis Israel terhadap wilayah Suriah. Namun di sisi lain, Washington tetap melanjutkan pengiriman bantuan senjata ke Israel, menciptakan kontradiksi dalam sikap diplomatik Negeri Paman Sam.

“Amerika Serikat tidak mendukung serangan Israel baru-baru ini,” ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce, dalam pernyataan resminya pada Kamis 17 Juli 2025.

Bacaan Lainnya

Bruce menambahkan bahwa AS telah menjalin komunikasi intensif dengan kedua belah pihak. “Kami terlibat secara diplomatik dengan Israel dan Suriah pada tingkat tertinggi, baik untuk menangani krisis saat ini maupun merintis kesepakatan jangka panjang antara kedua negara berdaulat,” ungkapnya.

Baca Juga  Trump Akan Perintahkan Zionis Israel Batalkan Gencatan Senjata

Meski belum diketahui secara pasti penyebab awal eskalasi, Bruce menyebut bahwa kontak-kontak diplomatik telah membawa dampak positif, termasuk langkah mundur dari pihak Suriah dan penghentian serangan lanjutan oleh Israel.

“Bentrokan kecil masih terus terjadi,” ujarnya, seraya menyebut ketegangan terbaru dipicu oleh “persaingan antara kelompok Druze dan Badui.”

AS mengutuk keras tindakan kekerasan di wilayah tersebut. “Semua pihak harus menahan diri dan terlibat dalam dialog bermakna yang mengarah pada gencatan senjata berkelanjutan,” tegas Bruce.

Dalam 48 jam terakhir, menurut Bruce, pemerintah AS memimpin berbagai upaya diplomatik untuk meredam ketegangan dan mendorong terciptanya perdamaian konkret. “Kami telah mencapai kesepakatan dengan sejumlah pihak mengenai langkah-langkah spesifik untuk mengakhiri bentrokan ini,” jelasnya.

Namun di balik seruan damai tersebut, fakta bahwa AS masih mengalirkan bantuan persenjataan ke Tel Aviv menjadi sorotan. Dukungan militer ini dianggap sebagian kalangan sebagai bentuk standar ganda yang melemahkan upaya perdamaian di Timur Tengah.

Baca Juga  Organisasi Pro-Palestina Ajukan 50 Gugatan ke Pengadilan Internasional atas Kejahatan Perang Zionis Israel di Gaza

“Ini akan mengharuskan semua pihak menepati komitmen yang telah mereka buat, dan inilah yang sepenuhnya kami harapkan dari mereka,” ujar Bruce.

AS, lanjutnya, tengah mendorong dialog yang lebih luas di dalam Suriah sendiri. “Kami secara aktif melibatkan seluruh konstituen di Suriah untuk bergerak menuju diskusi yang tenang dan berkelanjutan mengenai integrasi serta masa depan yang stabil dan lebih sejahtera bagi semua warga Suriah,” pungkasnya.

📌 Baca berita terverifikasi lainnya hanya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait