Kematian Akibat Kelaparan di Gaza Tembus 188 Jiwa Separuhnya Anak-Anak

JurnalLugas.Com – Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk di tengah blokade berkepanjangan oleh Israel. Kementerian Kesehatan Gaza pada Selasa (5/8/2025) melaporkan, total kematian akibat kelaparan dan malnutrisi telah mencapai 188 jiwa, termasuk 94 anak-anak.

Dalam 24 jam terakhir saja, delapan orang meninggal dunia karena kekurangan gizi, salah satunya anak kecil. “Jumlah korban kelaparan di rumah sakit bertambah, mayoritas adalah anak-anak,” ungkap pihak kementerian dalam pernyataan resmi.

Bacaan Lainnya

Korban Perang Terus Bertambah

Sejak konflik meletus pada 7 Oktober 2023, jumlah korban jiwa akibat aksi militer Israel telah melampaui 61.000 orang, dengan lebih dari 150 ribu warga terluka. Dalam sehari terakhir, 87 orang tewas dan 644 lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga  Keir Starmer Inggris Ikuti Jejak Kanada & Australia Resmi Akui Palestina sebagai Negara Berdaulat

Data kementerian mencatat, sejak 18 Maret 2025, ketika penembakan harian kembali dilancarkan Israel, sedikitnya 9.500 warga Gaza kehilangan nyawa dan 38.600 lainnya terluka.

Bantuan Masuk Jauh dari Kebutuhan

Meskipun Israel sempat membuka jalur bantuan pada 27 Juli lalu, jumlah yang diizinkan masuk masih jauh dari cukup. Hingga kini, hanya 674 truk bantuan yang masuk ke Gaza sekitar 14% dari kebutuhan minimum.

Otoritas Gaza menegaskan, agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi, setidaknya 600 truk bantuan harus masuk setiap hari. Bantuan itu meliputi makanan, air bersih, bahan bakar, dan obat-obatan.

PBB: Potensi Kejahatan terhadap Kemanusiaan

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, menilai pembatasan distribusi pangan kepada warga sipil Gaza berpotensi menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan. Ia menyebut, “Gambaran anak-anak kelaparan di Gaza adalah pemandangan yang menyayat hati.”

Baca Juga  Trump Ultimatum Hamas 3-4 Hari Jawab Rencana Perdamaian Gaza 20 Poin

Turk menegaskan, Israel terus membatasi bantuan kemanusiaan masuk, dan jumlahnya jauh di bawah yang dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa ribuan warga.

Akar Konflik: Serangan 7 Oktober

Konflik memanas setelah serangan roket besar-besaran oleh Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 warga Israel. Hamas juga dilaporkan menyandera lebih dari 200 orang.

Sebagai balasan, militer Israel melancarkan serangan masif yang menargetkan wilayah sipil di Gaza serta memberlakukan blokade penuh terhadap pasokan air, listrik, bahan bakar, makanan, dan obat-obatan memicu krisis kemanusiaan yang semakin parah.

Kunjungi berita selengkapnya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait