JurnalLugas.Com — Pemerintah menegaskan komitmen menjadikan UMKM sebagai pilar utama transformasi ekonomi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan UMKM menjadi kunci pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen pada 2025.
Dalam acara Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 yang digelar di Smesco Indonesia, Jumat (22/8/2025), Airlangga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta melalui konsep “Indonesia Incorporated”.
“Ini menunjukkan bagaimana kita bisa bekerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, media, dan UMKM untuk menjaga ketahanan ekonomi,” ujar Airlangga.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah menyediakan pembiayaan yang mudah diakses bagi UMKM. Salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan alokasi total Rp300 triliun, yang diarahkan terutama untuk sektor produksi.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyebut realisasi KUR sektor produksi hingga saat ini sudah mencapai lebih dari setengah dari target.
“Sampai hari ini, sekitar 60 persen dana KUR sudah tersalurkan untuk sektor produksi,” kata Maman.
Melihat capaian tersebut, Maman menyarankan agar target penyaluran KUR untuk sektor produksi dapat ditingkatkan, agar memberikan dampak lebih besar bagi ekonomi, termasuk penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi lokal.
“Kalau hingga akhir tahun kita konsisten menyalurkan 60 persen, saya rasa alokasi bisa dinaikkan menjadi 63 hingga 65 persen. Ini bisa jadi tantangan yang mendorong kita semua untuk lebih maksimal,” jelas Maman.
Pemerintah menilai langkah ini akan memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional sekaligus mendukung ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.
Informasi lebih lengkap dapat diakses di JurnalLugas.Com.






