JurnalLugas.Com — Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam kembali mengalami koreksi pada perdagangan Sabtu, 25 Oktober 2025. Setelah sempat menguat sehari sebelumnya, harga logam mulia kini terpantau melemah.
Mengutip data resmi Logam Mulia, harga emas batangan Antam hari ini dijual di Rp2.350.000 per gram, turun sebesar Rp4.000 dibandingkan posisi Jumat.
Tak hanya harga jual, nilai buyback emas Antam atau harga pembelian kembali juga ikut terkoreksi Rp4.000 menjadi Rp2.215.000 per gram. Artinya, jika masyarakat ingin menjual kembali emas batangan mereka ke Antam, nilai tersebut menjadi acuan dasar transaksi.
Pajak Transaksi Emas Sesuai PMK 34/PMK.10/2017
Dalam transaksi jual maupun beli emas, pemerintah memberlakukan pajak penghasilan (PPh) Pasal 22, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.
Untuk transaksi penjualan kembali (buyback) senilai lebih dari Rp10 juta, dikenakan pajak sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP, dan 3 persen untuk non-NPWP. Pajak ini langsung dipotong dari total nilai buyback oleh pihak Antam.
Sementara itu, pada transaksi pembelian emas batangan, pembeli dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong PPh 22 sebagai tanda pemenuhan kewajiban pajak.
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini (25 Oktober 2025)
Berikut rincian harga pecahan emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam Mulia hari ini:
- 0,5 gram: Rp1.225.000
- 1 gram: Rp2.350.000
- 2 gram: Rp4.640.000
- 3 gram: Rp6.935.000
- 5 gram: Rp11.525.000
- 10 gram: Rp22.995.000
- 25 gram: Rp57.362.000
- 50 gram: Rp114.645.000
- 100 gram: Rp229.212.000
- 250 gram: Rp572.765.000
- 500 gram: Rp1.145.000.000
- 1.000 gram: Rp2.290.000.000
Analis: Pelemahan Harga Masih Bersifat Sementara
Analis komoditas dari Jakarta Gold Center, R. Aria W., menilai bahwa penurunan harga emas kali ini masih bersifat koreksi teknikal setelah penguatan yang cukup tajam pada pekan lalu.
“Faktor utama yang memengaruhi pergerakan emas global masih berasal dari kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan pergerakan dolar AS. Tekanan sementara ini kemungkinan tidak berlangsung lama,” ujarnya.
Aria menambahkan, harga emas domestik juga turut dipengaruhi oleh kurs rupiah terhadap dolar AS, selain harga spot internasional. “Jika rupiah stabil di kisaran Rp15.600 per dolar dan emas dunia bertahan di atas USD 2.400 per troy ounce, potensi rebound dalam waktu dekat masih terbuka,” tambahnya.
Tips Bagi Investor dan Kolektor Emas
Bagi investor jangka panjang, penurunan harga seperti ini bisa menjadi momen untuk akumulasi. “Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang kuat terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global,” kata Aria.
Ia menyarankan agar masyarakat tetap membeli emas di outlet resmi seperti Butik Emas Antam atau mitra terpercaya untuk menghindari risiko penipuan.
Dengan tren fluktuatif yang terjadi, pelaku pasar diimbau terus memantau update harga harian melalui situs resmi Logam Mulia Antam.
Baca berita ekonomi dan investasi terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.






