PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) Gencar Akuisisi Kapal, Laba Bersih Turun 11 Persen Jadi Rp120 Miliar

Akuisisi
Ilustrasi Akuisisi Perusahaan/Saham

JurnalLugas.Com — Kinerja keuangan PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) mengalami penyesuaian pada kuartal III 2025. Meski pendapatan meningkat, laba bersih perusahaan justru mengalami penurunan sekitar 11 persen, menjadi sekitar Rp 120 miliar atau setara USD 7,3 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai USD 8,2 juta.

Pendapatan Naik, Namun Margin Tertekan

Sepanjang Januari–September 2025, HUMI berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar USD 96,5 juta, naik 5,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama disokong oleh performa segmen sewa kapal, baik pada lini oil tanker maupun LNG tanker.

Bacaan Lainnya
  • Pendapatan dari oil tanker melonjak signifikan hingga 162 persen, mencapai USD 30,6 juta dari sebelumnya USD 11,7 juta.
  • Pendapatan dari LNG tanker turut meningkat 22 persen, menjadi USD 28,1 juta.

Namun demikian, beban ekspansi dan peningkatan biaya operasional membuat margin laba tergerus. Hal ini menjadi tantangan tersendiri di tengah upaya perusahaan memperluas skala bisnis maritimnya.

Baca Juga  GOTO Buyback Rp3,3 Triliun dan Beri Saham ke Karyawan Ini Dampaknya ke Harga Saham

Ekspansi Armada Jadi Fokus Utama

Direktur Utama HUMI, Tirta Hidayat, menjelaskan bahwa penurunan laba merupakan dampak sementara dari strategi ekspansi yang tengah dijalankan perusahaan. Menurutnya, penambahan aset produktif diperlukan untuk memperkuat kapasitas layanan di sektor energi dan logistik laut.

“Penurunan laba ini merupakan konsekuensi dari strategi ekspansi kami. Dengan meningkatkan jumlah aset produktif, HUMI berharap dapat memperbesar kapasitas dan efisiensi operasional di masa mendatang,” ujar Tirta.

Per akhir September 2025, total aset HUMI tercatat mencapai USD 324 juta, naik 6,9 persen dibanding tahun lalu. Sedangkan total liabilitas perusahaan turut meningkat sekitar 12 persen, menjadi USD 147,2 juta.

Hingga kuartal III 2025, HUMI telah mengakuisisi enam unit kapal baru dari target sepuluh kapal yang ingin dicapai sepanjang tahun ini. Armada tambahan tersebut terdiri dari beberapa oil tanker dan twin barge yang akan memperkuat segmen pengangkutan migas dan kargo cair.

Meski laba bersih mengalami tekanan, langkah ekspansi yang dilakukan HUMI dinilai strategis untuk memperkuat posisi di pasar pelayaran domestik maupun regional. Penambahan kapal baru diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta efisiensi biaya operasional dalam jangka menengah.

Tirta menambahkan bahwa fokus manajemen kini diarahkan pada tiga hal utama: penetrasi pasar di segmen kunci, penerapan efisiensi biaya, dan akselerasi utilisasi kapal baru.

“Memasuki kuartal IV 2025, kami fokus mempercepat produktivitas armada baru dan memperluas jangkauan pasar. Efisiensi menjadi kunci untuk menjaga daya saing dan profitabilitas,” jelasnya.

Investor Masih Optimistis

Bagi kalangan investor, performa HUMI tetap menunjukkan sinyal positif berkat pertumbuhan pendapatan yang konsisten dan ekspansi aset yang agresif. Meski laba jangka pendek tertekan, strategi penguatan armada diperkirakan menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan pada tahun 2026 dan seterusnya.

Penurunan laba bersih sebesar 11 persen tidak mengubah arah strategis HUMI dalam memperluas bisnis maritimnya. Dengan ekspansi armada dan fokus pada efisiensi, perusahaan optimistis dapat memperkuat kinerja keuangan di masa mendatang serta mempertahankan posisinya sebagai pemain penting di sektor pelayaran energi Indonesia.

Sumber informasi dan analisis ekonomi terbaru dapat dibaca di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait