JurnalLugas.Com – Situasi di Nigeria memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman keras terhadap negara tersebut. Trump menuding pemerintah Nigeria telah melakukan penganiayaan terhadap umat Kristen dan memperingatkan akan menghentikan seluruh bantuan Amerika Serikat jika kondisi itu tidak segera membaik.
Dalam pernyataannya, Trump bahkan mengindikasikan kemungkinan tindakan militer AS di Nigeria, langkah yang langsung menimbulkan kepanikan di kalangan warga. Media setempat melaporkan bahwa ancaman tersebut membuat masyarakat Nigeria bingung sekaligus takut akan potensi konflik baru.
“Orang-orang di seluruh negeri kini mencoba memahami maksud sebenarnya dari ancaman Presiden Trump,” tulis salah satu surat kabar nasional Nigeria.
Reaksi publik pun langsung merebak di berbagai grup percakapan dan media sosial. Banyak warga menilai ancaman Trump berlebihan dan berpotensi memperburuk hubungan diplomatik antara kedua negara.
Sementara itu, mantan Senator Nigeria, Shehu Sani, memperingatkan bahwa setiap bentuk operasi militer Amerika Serikat di Nigeria dapat memicu krisis agama dan etnis yang lebih luas.
“Intervensi asing, apalagi dengan kekuatan militer, hanya akan memperuncing perpecahan di dalam negeri,” ujar Sani dalam sebuah wawancara lokal yang dikutip secara singkat.
Di sisi lain, Kepala Pentagon Pete Hegseth mengungkapkan bahwa departemennya telah menerima instruksi langsung dari Presiden Trump untuk mempersiapkan langkah militer terhadap Nigeria. Pernyataan ini memperkuat spekulasi bahwa Washington benar-benar mempertimbangkan tindakan nyata.
Menanggapi ketegangan tersebut, Ajudan Presiden Nigeria, Daniel Bwala, mengonfirmasi bahwa Presiden Bola Tinubu dan Donald Trump dijadwalkan bertemu dalam waktu dekat. Pertemuan itu kemungkinan besar akan digelar di Gedung Putih atau Abuja, Nigeria, guna membahas isu perlindungan umat Kristen dari serangan kelompok teroris.
Masyarakat Nigeria kini menunggu hasil diplomasi antara kedua pemimpin, berharap agar ancaman militer bisa dihindari dan hubungan bilateral tetap terjaga.
Baca berita internasional terkini lainnya hanya di JurnalLugas.com






