Bom Bunuh Diri Guncang Islamabad 12 Tewas, Pakistan Tuduh India di Balik Serangan

JurnalLugas.Com — Suasana mencekam menyelimuti ibu kota Pakistan setelah serangan bom bunuh diri mengguncang area parkir kompleks pengadilan di Islamabad pada Kamis (12/11). Sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas dan 27 lainnya mengalami luka-luka, menurut keterangan resmi Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi.

Naqvi menjelaskan bahwa pelaku pengeboman menargetkan kendaraan aparat keamanan.

Bacaan Lainnya

“Pelaku bom bunuh diri menargetkan mobil polisi karena tidak bisa menembus kompleks pengadilan,” ujarnya di lokasi kejadian.

Pihak berwenang kini tengah berupaya mengidentifikasi pelaku dan mengusut jaringan yang terlibat dalam aksi teror tersebut.

Korban Didominasi Warga Sipil

Menurut laporan dari aparat keamanan yang dikutip Anadolu Agency, sebagian besar korban merupakan warga sipil yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi. Jenazah para korban telah dibawa ke rumah sakit setempat, sementara korban luka-luka mendapatkan perawatan intensif di unit gawat darurat.

Petugas kepolisian segera menutup akses menuju area pengadilan dan memasang garis pengaman. Tim forensik bersama pasukan anti-teror dikerahkan untuk menyelidiki sumber ledakan dan jenis bahan peledak yang digunakan.

Presiden Pakistan Kecam Keras Serangan, Sebut Ada Keterlibatan Asing

Presiden Asif Ali Zardari mengutuk keras aksi teror tersebut. Ia menegaskan bahwa pelaku bom bunuh diri dan pihak yang mendalangi serangan harus “dihancurkan tanpa kompromi”.

“Teroris yang disponsori asing tidak boleh diberi ruang di tanah Pakistan,” tegas Zardari melalui pernyataan resminya.

PM Shehbaz Sharif Tuduh India Dukung Terorisme di Kawasan

Nada serupa disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang menuding India berada di balik jaringan teror di Asia Selatan.

“Sudah saatnya dunia mengecam konspirasi jahat India. Serangan ini dilakukan dari wilayah Afghanistan dengan dukungan penuh dari India,” ungkap Sharif dalam konferensi pers.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah India. Sebelumnya, New Delhi kerap membantah tuduhan keterlibatan dalam aksi teror di Pakistan, menilai tudingan tersebut sebagai propaganda politik.

Pemerintah Afghanistan Sampaikan Belasungkawa

Dari Kabul, Kementerian Luar Negeri pemerintahan sementara Afghanistan mengeluarkan pernyataan resmi berisi belasungkawa dan kecaman terhadap serangan di Islamabad.

“Kami menyampaikan duka mendalam kepada korban dan rakyat Pakistan. Serangan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun,” tulis pernyataan tersebut.

Selain tragedi di Islamabad, ledakan juga terjadi di Wana, wilayah Waziristan Selatan—daerah yang dikenal sebagai basis kelompok militan.

Operasi Militer di Waziristan: Tiga Militan Tewas

Sumber keamanan Pakistan mengonfirmasi bahwa pasukan tengah melakukan operasi penyergapan terhadap tiga militan yang bersembunyi di gedung sekitar Wana Cadet College, yang menampung sekitar 500 taruna militer.

“Tiga orang militan berhasil dilumpuhkan dalam operasi tersebut,” kata Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi dalam keterangannya.

Pihak berwenang meyakini kedua peristiwa—serangan di Islamabad dan operasi di Wana—memiliki kaitan jaringan yang sama, meski belum ada bukti langsung yang mengonfirmasi hal tersebut.

Ketegangan Regional Kian Memanas

Serangan bom ini kembali membuka luka lama hubungan diplomatik antara Pakistan, India, dan Afghanistan. Ketiga negara tersebut kerap saling tuduh terkait aktivitas kelompok ekstrem di perbatasan.

Pengamat keamanan regional menilai bahwa aksi ini merupakan pesan politik kuat bagi pemerintah baru Pakistan yang sedang berupaya memperkuat keamanan dalam negeri.

“Serangan di jantung Islamabad menandakan masih rapuhnya sistem keamanan nasional, meski operasi militer besar-besaran sudah dilakukan di perbatasan,” ujar analis politik Islamabad, R. Khan, kepada media lokal.

Panggilan untuk Dunia Internasional

Menyusul tragedi tersebut, pemerintah Pakistan menyerukan kepada komunitas internasional untuk bersatu memerangi terorisme lintas batas.

“Ini bukan hanya serangan terhadap Pakistan, tapi terhadap perdamaian global,” kata Sharif.

Badan intelijen dan aparat antiteror kini bekerja sama dengan lembaga internasional untuk melacak kemungkinan jaringan pelaku di luar negeri.

Serangan bom bunuh diri di kompleks pengadilan Islamabad ini kembali menegaskan bahwa ancaman teror masih membayangi kawasan Asia Selatan. Di tengah saling tuduh antarnegara, rakyat sipil kembali menjadi korban.

Pemerintah Pakistan berjanji akan memperkuat sistem keamanan nasional dan membawa pelaku ke pengadilan. Dunia kini menanti langkah nyata Islamabad dalam menindak tegas jaringan di balik tragedi berdarah tersebut.

Baca selengkapnya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Gudang Rudal India Dihancurkan! Pakistan Balas Serangan dengan Operasi Militer Besar

Pos terkait