Netanyahu Murka Usai Penembakan Maut di Bondi, Tuding Australia Biarkan Sentimen Anti-Yahudi

Ilustrasi Penganiayaan dengan Senjata Tajam
Ilustrasi Penganiayaan dengan Senjata Tajam

JurnalLugas.Com – Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu secara terbuka menyalahkan pemerintah Australia atas tragedi penembakan massal yang mengguncang Pantai Bondi, Sydney, saat perayaan hari raya Yahudi Hanukkah, Minggu (14/12/2025). Netanyahu menilai meningkatnya sentimen anti-Yahudi di Australia dalam beberapa waktu terakhir menjadi faktor pemicu serangan teror tersebut.

Insiden berdarah itu menewaskan 16 orang hingga Senin pagi (15/12/2025), berdasarkan konfirmasi resmi kepolisian New South Wales. Dari jumlah tersebut, salah satu pelaku penembakan yang tewas di lokasi turut tercatat sebagai korban. Selain itu, sekitar 40 orang masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Sydney.

Bacaan Lainnya

Penembakan terjadi saat acara tahunan “Hanukkah di Tepi Laut” yang dihadiri lebih dari seribu orang. Dua pria bersenjata secara brutal melepaskan tembakan ke arah kerumunan, memicu kepanikan massal. Puluhan pengunjung berhamburan menyelamatkan diri dari kawasan wisata ikonik yang biasanya dipadati peselancar dan wisatawan akhir pekan.

Baca Juga  Jaksa Jepang Tuntut Penjara Seumur Hidup Tetsuya Yamagami, Penembak Shinzo Abe

Polisi menyatakan insiden ini sebagai aksi terorisme. Aparat juga menemukan dugaan bahan peledak rakitan di sebuah kendaraan yang terkait dengan salah satu tersangka. Tim penjinak bom langsung dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan mencegah korban tambahan.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai aksi kejahatan bermotif kebencian. Ia menegaskan bahwa serangan itu merupakan tindakan antisemitisme yang menyerang nilai dasar bangsa Australia. Albanese juga memberikan apresiasi kepada warga sipil yang bertindak cepat melumpuhkan salah satu pelaku, menyebut mereka sebagai pahlawan yang menyelamatkan banyak nyawa.

Di sisi lain, Netanyahu dalam pernyataannya menuding lemahnya sikap pemerintah Australia dalam menghadapi gelombang anti-Yahudi telah menciptakan iklim yang berbahaya. Ia menyebut serangan di Bondi sebagai bukti nyata bahwa ujaran kebencian yang dibiarkan dapat berujung pada kekerasan mematikan.

“Ini bukan sekadar serangan terhadap komunitas Yahudi, tetapi kegagalan melindungi warganya dari teror berbasis kebencian,” ujar Netanyahu singkat dalam pernyataan resminya.

Baca Juga  Tak Waras Netanyahu Palestina Bisa Bangun Negara di Arab Saudi Bukan di Tanah Air Sendiri

Pemerintah Australia belum memberikan tanggapan langsung atas tudingan tersebut. Namun, Albanese menegaskan bahwa serangan terhadap warga Yahudi sama artinya dengan serangan terhadap seluruh rakyat Australia, serta berjanji akan meningkatkan pengamanan dan menindak tegas segala bentuk ekstremisme.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam sekaligus memicu perdebatan internasional mengenai meningkatnya ancaman teror dan antisemitisme global. Pantai Bondi yang biasanya menjadi simbol kebebasan dan rekreasi kini berubah menjadi saksi salah satu serangan paling mematikan dalam sejarah modern Australia.

Baca berita dan analisis mendalam lainnya di https://jurnalluguas.com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait