PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Gelontorkan Rights Issue Jumbo Rp3,2 Triliun

JurnalLugas.Com — PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) bersiap menggelar aksi korporasi besar melalui Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dalam skala jumbo. Langkah ini menjadi bagian dari strategi agresif perseroan untuk memperkuat bisnis infrastruktur digital, khususnya jaringan fiber optik dan konektivitas berteknologi tinggi.

Dalam rencana yang telah dipublikasikan, INET akan menerbitkan sebanyak 12,8 miliar saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 57,14 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp250 per saham dengan rasio 3:4, sehingga potensi dana segar yang bisa dihimpun mencapai sekitar Rp3,2 triliun.

Bacaan Lainnya

Manajemen INET menilai rights issue ini krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan bisnis di tengah meningkatnya kebutuhan layanan internet berkecepatan tinggi di Indonesia, terutama di wilayah pariwisata dan kawasan dengan pertumbuhan ekonomi baru.

Penerbitan Waran Seri II Lebih Efisien

Sejalan dengan rights issue, perseroan juga akan menerbitkan waran seri II. Berdasarkan prospektus terbaru, jumlah waran yang akan dilepas maksimal sebanyak 2,30 miliar unit atau setara 10,29 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan rencana awal yang mencapai 3,07 miliar waran.

Baca Juga  BEI Hentikan Sementara Perdagangan Empat Saham dan Satu Waran Akibat Kenaikan Harga Ini

Perubahan tersebut turut memengaruhi rasio pembagian waran, dari sebelumnya 25:6 menjadi 50:9. Artinya, setiap pemegang 50 saham baru hasil PMHMETD berhak memperoleh 9 waran. Dengan skema baru ini, potensi dana yang bisa diraih dari pelaksanaan waran turun menjadi sekitar Rp691,2 miliar dari rencana awal Rp921,6 miliar.

Penyederhanaan struktur waran ini dinilai sebagai upaya perseroan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pendanaan dan potensi dilusi saham.

Pengendali Siap Jadi Standby Buyer

Dalam aksi korporasi ini, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN) selaku pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 60,62 persen menyatakan komitmennya sebagai pembeli siaga. Artinya, seluruh sisa rights yang tidak ditebus pemegang saham lain akan diserap oleh AKUN.

AKUN sendiri akan memperoleh jatah sekitar 7,15 miliar saham baru dan telah menyiapkan dana kurang lebih Rp1,79 triliun untuk memastikan rights issue ini berjalan optimal. Komitmen tersebut memberikan sinyal kuat terhadap kepercayaan pengendali pada prospek jangka panjang INET.

Fokus Pengembangan FTTH dan Infrastruktur Bawah Laut

Dana hasil rights issue mayoritas akan dialokasikan untuk penguatan anak usaha. Sekitar Rp2,8 triliun akan disalurkan sebagai setoran modal kepada GPI untuk pengembangan jaringan Fiber to the Home (FTTH) berbasis teknologi Wi-Fi 7 di Bali dan Lombok.

Selanjutnya, sekitar Rp213 miliar dialokasikan ke PFI untuk pelunasan biaya Indefeasible Right of Use (IRU) jaringan kabel bawah laut. Sementara Rp135 miliar akan disuntikkan ke IAB sebagai modal kerja pembangunan FTTH di Pulau Jawa. Sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja perseroan guna mendukung operasional dan ekspansi berkelanjutan.

Baca Juga  Produsen Keramik dan Bahan Bangunan PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) Catat Labah Bersih Rp104,79 miliar

Manajemen menegaskan bahwa investasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas jangkauan jaringan digital INET di berbagai wilayah strategis.

Jadwal Rights Issue dan Waran

Berdasarkan jadwal resmi, cum rights di pasar reguler dan negosiasi akan berakhir pada 2 Januari 2026. Saham hasil PMHMETD dijadwalkan tercatat dan mulai diperdagangkan pada 8 Januari 2026, dengan akhir perdagangan pada 22 Januari 2026.

Adapun waran seri II akan mulai diperdagangkan pada 12 Januari 2026 dan memiliki masa berlaku hingga 13 Juli 2028.

Dengan rights issue jumbo ini, INET menegaskan ambisinya menjadi pemain utama dalam industri infrastruktur digital nasional yang siap menjawab lonjakan kebutuhan konektivitas di era ekonomi digital.

Baca berita ekonomi dan pasar modal lainnya di https://jurnalluguas.com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait