Patroli UNIFIL Ditembaki Israel, PBB Zionis Gunakan Senapan Mesin

JurnalLugas.Com — Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau UNIFIL melaporkan terjadinya insiden tembakan di wilayah Kafer Shouba, Lebanon selatan, pada Jumat (02/01/2026). Dua patroli yang sedang menjalankan misi pengamanan dilaporkan berada dalam jarak sangat dekat dengan lintasan peluru.

Dalam keterangan tertulisnya, UNIFIL menyebutkan bahwa tim patroli pertama mendengar sekitar 15 tembakan senjata ringan yang jatuh tidak lebih dari 50 meter dari posisi mereka. Selang kurang dari 20 menit, patroli kedua di area yang sama juga melaporkan sekitar 100 tembakan senapan mesin dengan jarak tembak serupa.

Bacaan Lainnya

UNIFIL memastikan bahwa tidak ada korban luka maupun kerusakan dalam kedua peristiwa tersebut. Namun, hasil pemantauan misi PBB itu menyimpulkan bahwa sumber tembakan berasal dari posisi militer Israel di sisi selatan Garis Biru. Permintaan penghentian tembakan pun segera dikirim melalui jalur komunikasi resmi antar-militer.

Baca Juga  Menlu Belanda Caspar Veldkamp Mundur Gagal Bela Palestina Koalisi NSC Ikut Tinggalkan Pemerintahan

Patroli Sudah Terkoordinasi, UNIFIL Sebut Insiden Jadi Tren Berbahaya

UNIFIL menegaskan bahwa seluruh aktivitas patroli di kawasan sensitif tersebut telah dikoordinasikan sebelumnya dan pihaknya juga telah memberi tahu Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sesuai prosedur pengamanan yang berlaku di sepanjang garis perbatasan.

Misi PBB itu menilai insiden serupa kini terjadi terlalu sering dan mulai membentuk tren yang mengkhawatirkan. UNIFIL mengingatkan bahwa serangan terhadap, atau di sekitar, pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

UNIFIL juga menyerukan agar militer Israel menghentikan tindakan agresif yang membahayakan personel penjaga perdamaian yang bertugas menjaga stabilitas dan meredam eskalasi ketegangan di kawasan.

Hingga laporan ini diterbitkan, militer Israel belum memberikan komentar atas pernyataan UNIFIL.

Deretan Insiden Keamanan di Perbatasan Lebanon

Patroli UNIFIL di Lebanon selatan sebelumnya juga disebut kerap mengalami intimidasi dan tindakan berbahaya, mulai dari pembidikan laser hingga tembakan peringatan. Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, S. Dujarric, bahkan menilai rangkaian kejadian tersebut sebagai situasi yang sangat berisiko bagi keselamatan pasukan perdamaian.

Baca Juga  Biadab Zionis Israel Serang Rumah Sakit Khusus Arab di Tepi Barat Nablus

Gencatan senjata di Lebanon diberlakukan sejak November 2024 setelah lebih dari satu tahun konflik yang menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai sekitar 17.000 orang, di tengah imbas perang Israel di Gaza.
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 335 korban jiwa dan 973 luka-luka akibat serangan di wilayah tersebut sejak masa gencatan diberlakukan.

Berdasarkan kesepakatan gencatan, Israel seharusnya menarik seluruh pasukan dari Lebanon selatan pada Januari 2025. Namun hingga kini, penarikan baru dilakukan sebagian, dan Israel masih mempertahankan lima pos militer di area perbatasan.

Sumber inspirasi penulisan & analisis berbasis laporan resmi bebas plagiasi.
Selengkapnya kunjungi: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait