JurnalLugas.Com – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Uni Eropa (UE) mengeluarkan kecaman keras terhadap serangan udara yang dilakukan Israel di wilayah Lebanon selatan, yang menargetkan kelompok Hizbullah pada Kamis (6/11/2025).
Dalam pernyataannya, juru bicara urusan luar negeri UE, Anouar El Anouni, menegaskan bahwa tindakan militer tersebut berpotensi melanggar kesepakatan damai yang telah dicapai tahun lalu.
“UE menyerukan kepada Israel untuk menghentikan semua tindakan yang melanggar Resolusi 1701 dan perjanjian gencatan senjata yang dicapai pada November 2024,” ujar El Anouni, Sabtu (8/11/2025).
El Anouni juga meminta semua pihak, termasuk Hizbullah, menahan diri dari aksi atau respons yang dapat memperburuk situasi di kawasan.
“Fokus semua pihak harus tetap pada menjaga gencatan senjata dan kemajuan yang telah dicapai sejauh ini,” tambahnya.
Israel Dituding Guncang Stabilitas Lebanon
Sebelumnya, militer Israel memperingatkan warga di empat desa Lebanon untuk segera mengosongkan bangunan. Peringatan ini disertai ancaman serangan terhadap apa yang disebut “infrastruktur militer Hizbullah.”
Langkah tersebut memicu kemarahan dari Tentara Lebanon, yang menilai tindakan Israel sebagai upaya mengguncang stabilitas nasional.
“Serangan ini merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon dan menghambat penempatan pasukan sesuai perjanjian gencatan senjata,” tulis pernyataan resmi militer Lebanon.
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, ikut mengecam keras aksi militer Israel. Sementara itu, pemerintah Iran menyebut tindakan tersebut sebagai “serangan biadab” dan mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil langkah nyata.
Hizbullah dan Akar Konflik Panjang
Meski secara teknis Lebanon dan Israel masih berstatus berperang, namun konflik bersenjata umumnya melibatkan kelompok Hizbullah, bukan militer resmi Lebanon.
Kelompok yang berhaluan Syiah ini merupakan satu-satunya faksi bersenjata yang menolak pelucutan pasca perang saudara 1975–1990. Hizbullah menegaskan dirinya bertanggung jawab “membebaskan wilayah pendudukan Israel” serta mempertahankan kedaulatan Lebanon.
Dukungan kuat dari Iran terhadap Hizbullah semakin memperumit dinamika regional, terutama setelah Teheran dan Tel Aviv sempat terlibat bentrok langsung awal tahun ini.
UE menegaskan pihaknya akan terus memantau situasi di perbatasan Lebanon-Israel dan siap mendukung upaya diplomatik untuk mengembalikan stabilitas kawasan.
Baca berita politik internasional lainnya di JurnalLugas.Com






