JurnalLugas.Com — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi mengumumkan adanya perubahan di jajaran manajemen puncak perusahaan. Emiten petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia ini menyampaikan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari satu anggota direksi dan satu komisaris pada akhir 2025.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada publik, manajemen TPIA mengonfirmasi bahwa Suwit Wiwattanawanich mengundurkan diri dari posisi direktur, sementara Santi Wasanasiri menyatakan mundur dari jabatan komisaris. Kedua surat pengunduran diri tersebut diterima perseroan pada 31 Desember 2025.
Manajemen TPIA menjelaskan bahwa pengajuan pengunduran diri tersebut akan diproses sesuai mekanisme tata kelola perusahaan. Persetujuan resmi nantinya akan dimintakan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terdekat, sejalan dengan ketentuan hukum dan Anggaran Dasar Perseroan.
“Permohonan ini akan dibawa ke RUPS sesuai regulasi yang berlaku,” tulis manajemen secara singkat dalam keterbukaan informasi.
Meski demikian, hingga keputusan RUPS disahkan dan berlaku efektif, Suwit dan Santi tetap menjalankan fungsi, tugas, serta tanggung jawabnya masing-masing. Perseroan menegaskan bahwa hal tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan operasional dan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal.
Komposisi Pemegang Saham TPIA
Berdasarkan data per 30 September 2025, struktur kepemilikan saham TPIA masih didominasi oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan porsi 34,63 persen. Disusul SCG Chemicals Co Ltd sebesar 30,57 persen dan PT Top Investment Indonesia sebesar 15 persen. Sementara itu, kepemilikan publik tercatat 10,69 persen, Prajogo Pangestu 5,03 persen, serta Marigold Resources Pte Ltd sebesar 3,92 persen.
Pergerakan Saham
Dari sisi pasar, saham TPIA menunjukkan tekanan di awal tahun 2026. Hingga perdagangan Selasa (6/1/2026), saham TPIA tercatat melemah 1,40 persen ke level Rp7.025 per saham. Dalam periode satu bulan terakhir, saham ini terkoreksi 4,73 persen, sementara dalam tiga bulan terakhir tercatat turun hingga 10,51 persen.
Pelaku pasar menilai dinamika internal perusahaan dan sentimen pasar global masih menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan saham emiten sektor petrokimia tersebut.
Baca berita ekonomi dan pasar modal lainnya hanya di https://JurnalLugas.Com






