JurnalLugas.Com — Pergerakan pasar saham Indonesia sepanjang perdagangan 5–9 Januari 2026 menyuguhkan kontras yang menarik. Di satu sisi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup pekan dengan penguatan solid ke level 8.936,754 atau naik 2,16 persen secara mingguan. Namun di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sepuluh saham dengan penurunan harga terdalam alias top losers yang mengalami tekanan jual cukup signifikan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa penguatan IHSG tidak sepenuhnya dirasakan merata oleh seluruh emiten. Sejumlah saham dari berbagai sektor justru menjadi sasaran aksi ambil untung dan sentimen negatif investor.
MPXL Jadi Saham dengan Koreksi Terdalam
Berdasarkan data resmi BEI yang dirilis Sabtu (10/1/2026), saham PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) menempati posisi teratas dalam daftar top 10 losers pekan ini. Saham emiten logistik tersebut ambles hingga 32,65 persen, dari Rp294 menjadi Rp198 per saham.
Seorang analis pasar modal menilai, pelemahan tajam saham MPXL mengindikasikan adanya tekanan sentimen jangka pendek yang mendorong investor melakukan penjualan agresif. “Ketika pasar selektif, saham dengan likuiditas terbatas cenderung lebih rentan mengalami koreksi dalam,” ujarnya singkat.
Daftar Lengkap 10 Saham Top Losers Pekan 5–9 Januari 2026
Berikut deretan sepuluh saham dengan penurunan terbesar sepanjang pekan lalu:
- PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) turun 32,65 persen ke Rp198
- PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melemah 27,92 persen ke Rp555
- PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) terkoreksi 23,72 persen ke Rp595
- PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) jatuh 22,14 persen ke Rp109
- PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) turun 18,70 persen ke Rp200
- PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) merosot 18,26 persen ke Rp1.365
- PT Lion Metal Works Tbk (LION) melemah 16,64 persen ke Rp446
- PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) turun 15,59 persen ke Rp7.175
- PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) terkoreksi 15,48 persen ke Rp3.330
- PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) melemah 14,67 persen ke Rp314
UNIQ menjadi saham dengan pelemahan paling terbatas dalam daftar ini, setelah turun dari Rp368 pada pekan sebelumnya.
Pasar Selektif, Investor Diminta Cermat
Penguatan IHSG di tengah banyaknya saham yang terkoreksi menandakan pasar sedang bergerak selektif. Investor disarankan untuk tidak hanya terpaku pada arah indeks, melainkan juga memperhatikan fundamental dan sentimen masing-masing emiten.
Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa volatilitas tetap menjadi bagian dari dinamika pasar saham, terutama di awal tahun ketika strategi portofolio banyak disesuaikan.
Baca berita pasar modal dan ekonomi lainnya secara lengkap dan terpercaya di: https://jurnalluguas.com






