Eyang Meri Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun, Indonesia Kehilangan Teladan Kesederhanaan

JurnalLugas.Com — Indonesia kembali berduka. Meriyati Roeslani Hoegeng, yang lebih dikenal publik dengan sapaan Eyang Meri, berpulang pada Selasa, 3 Februari 2026. Istri dari mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, itu menghembuskan napas terakhir di usia 100 tahun.

Kabar wafatnya Eyang Meri dibenarkan oleh mantan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana. Ia menyampaikan bahwa almarhumah meninggal dunia pada pukul 13.24 WIB setelah menjalani perawatan akibat kondisi kesehatan yang menurun.

Bacaan Lainnya

“Informasi tersebut benar,” ujar Chryshnanda singkat saat dikonfirmasi di Jakarta.

Jenazah Eyang Meri disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di kawasan Mekarjaya, Depok, Jawa Barat. Sejumlah kerabat dan tokoh masyarakat tampak mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Baca Juga  Diding Boneng Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun, Dunia Hiburan Indonesia Berduka

Ucapan belasungkawa dan doa pun mengalir. Chryshnanda menyampaikan harapannya agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala kekhilafan, serta diterima seluruh amal ibadahnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Polri Brigjen Pol dr. Prima Heru Yulihartono menjelaskan bahwa proses pemakaman akan dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2026, di Taman Pemakaman Giri Tama, Desa Tonjong, Kabupaten Bogor. Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung usai salat Zuhur.

Eyang Meri lahir di Yogyakarta pada 23 Juni 1925, pada masa Hindia Belanda. Ia merupakan putri dari dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Sosoknya dikenal luas sebagai figur sederhana, bersahaja, dan teguh memegang nilai kejujuran, sejalan dengan prinsip hidup sang suami yang dikenal sebagai simbol integritas Polri.

Baca Juga  Kabar Duka Halim Suwandi Pemilik PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) Tutup Usia

Meri menikah dengan Jenderal Hoegeng pada 1946. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai tiga orang anak. Sepanjang hidupnya, Eyang Meri kerap menjadi inspirasi publik karena konsistensinya menjalani kehidupan yang jauh dari kemewahan, meski berstatus sebagai istri pejabat tinggi negara.

Kepergian Eyang Meri Hoegeng bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang kehilangan salah satu teladan moral dan kesederhanaan dalam sejarah perjalanan Polri dan kehidupan bernegara.

Baca berita nasional lainnya hanya di
https://jurnallugas.com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait