Indonesia Siap Kirim Pasukan Keamanan ke Gaza Lewat International Stabilization Force (ISF)

JurnalLugas.Com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Indonesia tengah melakukan persiapan untuk mengirimkan pasukan keamanan ke Gaza, Palestina, sebagai bagian dari International Stabilization Force (ISF). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI dalam mendukung stabilitas dan misi kemanusiaan di wilayah konflik tersebut.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan bahwa proses persiapan telah berjalan, meski hingga kini belum ada kepastian terkait waktu keberangkatan maupun jumlah personel yang akan dikerahkan.

Bacaan Lainnya

“Indonesia memang sedang melakukan proses persiapan. Namun untuk timeline dan jumlah pasukan, belum ada keputusan final. Semua masih dalam tahap koordinasi,” ujar Vahd di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menurut Kemlu, pengiriman pasukan ke Gaza bukanlah langkah sederhana. Pemerintah Indonesia harus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sekaligus berkomunikasi dengan berbagai pihak internasional guna memastikan misi berjalan sesuai mandat hukum internasional.

“Kementerian Luar Negeri bersama kementerian dan lembaga terkait terus berkoordinasi untuk mengawal instruksi Presiden,” tambahnya.

Tidak Terlibat Operasi Militer

Kemlu menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam ISF tidak berorientasi pada operasi tempur atau pelucutan senjata. Peran Indonesia lebih diarahkan pada aspek kemanusiaan, stabilisasi keamanan sipil, dan perlindungan warga sipil di Gaza.

Penegasan ini sekaligus merespons pemberitaan sejumlah media Israel yang menyebut persiapan lapangan telah dimulai untuk pengerahan pasukan Indonesia di Gaza. Media tersebut mengklaim bahwa misi ISF berpotensi melibatkan ribuan personel dari berbagai negara, termasuk dukungan logistik dan perencanaan awal.

Pemerintah Indonesia menilai pemberitaan tersebut masih bersifat spekulatif, mengingat hingga kini belum ada keputusan final terkait skema operasional maupun jumlah pasukan.

Mandat PBB untuk ISF di Gaza

Sebagaimana diketahui, pada 17 November 2025, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengadopsi Resolusi 2803 yang mendukung pembentukan International Stabilization Force (ISF) di Gaza, Palestina.

Resolusi yang dirancang Amerika Serikat itu disetujui oleh 13 anggota DK PBB, sementara Rusia dan China memilih abstain. Resolusi tersebut memberikan mandat kepada negara-negara anggota PBB serta Board of Peace (BoP) untuk membentuk pasukan stabilisasi sementara di Gaza dengan komando terpadu.

Dalam mandatnya, ISF memiliki sejumlah tugas utama, antara lain:

  • Membantu mengamankan wilayah perbatasan Gaza
  • Menstabilkan situasi keamanan secara bertahap
  • Melindungi warga sipil
  • Mengamankan dan memfasilitasi koridor kemanusiaan
  • Berkoordinasi dengan negara dan pihak terkait sesuai hukum internasional

ISF akan beroperasi di bawah panduan strategis BoP dan didanai melalui kontribusi sukarela negara donor, pendanaan BoP, serta dukungan pemerintah terkait.

Komitmen Indonesia untuk Perdamaian Palestina

Rencana keterlibatan Indonesia dalam ISF menegaskan konsistensi sikap politik luar negeri Indonesia yang mendukung perjuangan rakyat Palestina dan penyelesaian konflik melalui jalur damai. Pemerintah menilai kehadiran Indonesia di Gaza merupakan wujud tanggung jawab global dalam menjaga stabilitas dan kemanusiaan.

Perkembangan lebih lanjut terkait pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza akan disampaikan pemerintah setelah seluruh proses diplomasi dan koordinasi internasional rampung.

Baca berita dan analisis mendalam lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Zionis Israel Rusak Lahan Pertanian Palestina, FAO Hancur 87 persen

Pos terkait