JurnalLugas.Com – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah menghancurkan sistem radar strategis milik Amerika Serikat di pangkalan militer Al Udeid, Qatar, sebagai bagian dari operasi balasan yang lebih luas.
Dalam pernyataan resmi, kantor humas IRGC merilis citra satelit yang memperlihatkan radar AN/FPS-132 benar-benar hancur. “Radar yang menjadi bagian dari jaringan pertahanan rudal ini hancur total pada pukul 03.45 waktu setempat Rabu,” ujar pernyataan tersebut. IRGC menjelaskan, bagian utara radar sempat terkena serangan beberapa hari sebelumnya namun tetap beroperasi hingga serangan terakhir pasukan angkatan laut Iran membuatnya lumpuh sepenuhnya.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari serangan IRGC terhadap sistem radar THAAD di Uni Emirat Arab dan Yordania beberapa waktu lalu.
Selain menyerang radar, IRGC juga mengklaim telah menargetkan kapal perusak AS yang tengah mengisi bahan bakar di Samudra Hindia, sekitar 650 kilometer dari pantai Iran. Menurut pernyataan resmi, kapal tersebut dihantam rudal jelajah Qadr-380 dan Talaeiyeh dalam rangkaian Operasi True Promise 4. “Serangan itu menyebabkan kebakaran hebat di dek kedua, hingga langit di atas laut tampak gelap oleh asap,” kata IRGC.
Dalam pernyataan terpisah, IRGC menegaskan bahwa aktivitas militer AS yang terus berlangsung di kawasan Teluk Persia dapat mengakibatkan runtuhnya seluruh infrastruktur militer dan ekonomi di wilayah tersebut. Mereka juga memperingatkan bahwa sekutu AS sedang berupaya mengamankan sistem pertahanan udara tambahan, dan fasilitas sipil di negara-negara Teluk sering dijadikan kedok operasi militer, yang diawasi ketat oleh Iran.
Pengumuman ini menambah ketegangan di wilayah Teluk dan Samudra Hindia, di tengah eskalasi hubungan militer antara Teheran dan Washington. Para analis menyatakan, serangan IRGC dapat memicu reaksi berantai yang berdampak pada keamanan jalur perdagangan internasional dan stabilitas geopolitik kawasan.
Berita lainnya JurnalLugas.Com
(HD)






