Iran Serang Markas Komandan AS dan Israel, Drone Rudal Hancurkan Tel Aviv

JurnalLugas.Com — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Iran melancarkan serangkaian serangan yang menargetkan sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan komandan militer Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Jumat, 13 Maret, yang mengklaim telah mengidentifikasi dan menyerang beberapa titik strategis di wilayah yang disebut sebagai basis aktivitas militer AS dan Israel.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya, IRGC menyebut sekitar 10 lokasi di wilayah yang mereka sebut sebagai “wilayah pendudukan” telah menjadi sasaran operasi militer. Selain itu, tiga titik lain yang diklaim sebagai tempat berkumpulnya personel militer Amerika Serikat juga menjadi target serangan.

“Sekitar sepuluh tempat perlindungan dan lokasi strategis di wilayah pendudukan serta tiga titik yang digunakan oleh pasukan AS telah diidentifikasi dan diserang dalam operasi untuk memburu komandan AS dan Zionis,” demikian pernyataan singkat IRGC.

Baca Juga  Markas Khatam Al-Anbia Peringatkan Negara Pemasok Senjata Zionis Jadi Target Militer Iran

Serangan tersebut dilaporkan menggunakan kombinasi drone tempur dan rudal presisi yang diarahkan ke beberapa kota penting di Israel. Tujuh lokasi di kota Tel Aviv disebut menjadi target utama.

Selain itu, dua sasaran lain berada di kota Rishon LeZion yang terletak di selatan Tel Aviv. Satu target tambahan juga dilaporkan berada di kota Shoham.

Tidak hanya wilayah Israel, serangan juga diarahkan ke beberapa fasilitas militer yang berkaitan dengan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Salah satunya adalah Prince Sultan Air Base di Arab Saudi yang merupakan pangkalan udara penting bagi operasi militer AS di kawasan tersebut.

Selain itu, fasilitas militer Amerika Serikat di kota Baghdad dan Erbil juga dilaporkan menjadi sasaran serangan dalam operasi yang sama.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer Amerika Serikat maupun pemerintah Israel terkait tingkat kerusakan atau kemungkinan korban akibat serangan tersebut.

Namun para pengamat menilai klaim serangan yang disampaikan IRGC berpotensi memperburuk eskalasi konflik di kawasan, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan sekutu Barat di Timur Tengah.

Baca Juga  Iran Gugat Amerika Serikat ke Mahkamah Arbitrase Den Haag, Tuduhan Agresi Militer

Situasi ini juga memicu kekhawatiran komunitas internasional karena serangan lintas negara dapat memicu respons militer lanjutan yang berisiko memperluas konflik regional.

Pemerintah sejumlah negara di kawasan dilaporkan mulai meningkatkan kewaspadaan militer serta memperketat pengamanan di fasilitas strategis untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi berikutnya.

Perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah diperkirakan masih akan menjadi perhatian dunia dalam beberapa waktu ke depan, terutama jika aksi balasan dari pihak yang diserang benar-benar terjadi.

Selengkapnya ikuti perkembangan berita internasional terbaru hanya di JurnalLugas.Com.

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait