AS Tawarkan Hadiah Rp169,5 Miliar Informasi Lokasi Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei

JurnalLugas.Com — Pemerintah Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS atau sekitar Rp169,5 miliar bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan pemimpin baru Mojtaba Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui program Rewards for Justice milik Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Jumat (13/3/2026). Program ini dikenal memberikan imbalan bagi pihak yang memberikan informasi terkait individu atau kelompok yang dianggap terlibat dalam aktivitas terorisme global.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya, RFJ menyebutkan bahwa hadiah tersebut ditujukan untuk informasi yang dapat membantu mengidentifikasi atau menemukan sejumlah tokoh penting yang berkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.

“Program Rewards for Justice menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS bagi informasi mengenai para pemimpin kunci IRGC dan jaringan terkaitnya yang diduga terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan aksi terorisme di berbagai wilayah dunia,” demikian pernyataan resmi RFJ.

Baca Juga  Kapal MT Arman 114 Dinyatakan Milik Iran Kejaksaan Kepri Hakim Khilaf!

Sejumlah Pejabat Iran Masuk Daftar Target Informasi

Selain Mojtaba Khamenei, hadiah tersebut juga berlaku untuk informasi yang mengarah pada beberapa pejabat penting lain di pemerintahan Iran. Mereka di antaranya:

  • Ali Asghar Hejazi, Wakil Kepala Staf di Kantor Pemimpin Tertinggi Iran
  • Ali Larijani, penasihat di Kantor Pemimpin Tertinggi
  • Eskandar Momeni, Menteri Dalam Negeri Iran
  • Esmail Khatib, Menteri Intelijen dan Keamanan Iran

Menurut otoritas AS, tokoh-tokoh tersebut memiliki peran strategis dalam struktur keamanan dan militer Iran, terutama yang berkaitan dengan aktivitas IRGC di luar negeri.

Ketegangan AS–Iran

Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah memanas setelah serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan besar serta korban sipil. Dalam peristiwa itu, pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas.

Sebagai respons, Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga  Iran akan Serang Pangkalan Militer AS Inggris dan Prancis Jika Halangi Serangan ke Israel

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran

Setelah wafatnya Ali Khamenei, putranya Mojtaba Khamenei dilaporkan dipilih sebagai pemimpin baru Republik Islam Iran.

Sejauh ini, pemerintah Iran belum mengumumkan perubahan besar lainnya dalam struktur kepemimpinan militer maupun politik negara tersebut.

Di sisi lain, Washington dan Tel Aviv sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran bertujuan mencegah ancaman dari program nuklir Iran. Namun dalam perkembangan berikutnya, kedua negara juga menyampaikan bahwa perubahan rezim di Iran menjadi salah satu tujuan strategis mereka.

Ketegangan yang terus meningkat ini menambah kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Baca berita internasional terbaru lainnya di https://JurnalLugas.com.

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait