JurnalLugas.Com – Menjelang puncak arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengingatkan para pengguna jalan tol untuk disiplin menggunakan satu kartu uang elektronik (e-Toll) yang sama saat bertransaksi di gerbang tol masuk dan keluar.
Imbauan ini menjadi krusial terutama di ruas tol dengan sistem transaksi tertutup seperti Tol Cipularang, Padaleunyi, hingga JORR II. Penggunaan kartu berbeda berpotensi memicu kendala saat pembayaran dan memperlambat arus kendaraan.
Senior General Manager Jasamarga Metropolitan, Widiyatmiko Nursejati, menegaskan pentingnya konsistensi penggunaan kartu elektronik selama perjalanan. Ia menyampaikan, pengguna jalan harus memastikan kartu yang sama digunakan saat tapping di gerbang masuk maupun keluar untuk menghindari gangguan transaksi.
Selain itu, masyarakat juga diminta mempersiapkan perjalanan dengan matang. Mulai dari memastikan kendaraan dalam kondisi prima, pengemudi dalam keadaan fit, hingga kecukupan bahan bakar dan saldo e-Toll demi kelancaran perjalanan mudik.
Lonjakan Kendaraan Mulai Terjadi
Pada H-3 Lebaran, tepatnya Rabu (18/3), Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat adanya peningkatan signifikan volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabodetabek.
Total kendaraan yang melintas melalui Gerbang Tol (GT) Cikupa menuju Merak dan GT Ciawi 1 menuju kawasan Puncak mencapai 94.561 unit. Angka ini melonjak 16,54 persen dibandingkan kondisi normal sebanyak 81.140 kendaraan.
Secara rinci, arus menuju Merak melalui GT Cikupa tercatat sebanyak 49.913 kendaraan atau naik 4,32 persen dari volume normal. Sementara itu, arah Puncak melalui GT Ciawi 1 menunjukkan lonjakan lebih tinggi, yakni 44.648 kendaraan atau meningkat 34,11 persen.
Pergerakan Lalu Lintas di Jawa Barat
Di wilayah Jawa Barat, peningkatan lalu lintas belum merata. Arus kendaraan menuju Bandung dan Rancaekek tercatat sebanyak 76.460 kendaraan, naik 15,26 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Namun, arus balik dari Bandung menuju Jakarta justru mengalami penurunan tipis sebesar 2,16 persen dengan total 56.257 kendaraan.
Sementara itu, lonjakan signifikan terjadi di GT Cileunyi menuju Rancaekek dan Garut dengan total 44.852 kendaraan, meningkat tajam hingga 37,87 persen dibandingkan kondisi normal. Untuk arus kembali ke Jakarta melalui gerbang yang sama, tercatat 29.584 kendaraan atau naik 2,96 persen.
Berbeda dengan itu, lalu lintas menuju Kota Bandung melalui GT Pasteur justru mengalami penurunan sebesar 6,49 persen dengan total 31.608 kendaraan. Arus keluar Bandung menuju Jakarta melalui GT Pasteur juga turun 7,27 persen menjadi 26.673 kendaraan.
Prediksi Puncak Arus Lebaran
Jasa Marga memprediksi volume kendaraan di wilayah Jabodetabek dan Bandung akan terus meningkat mendekati Hari Raya Idul Fitri. Lonjakan ini dipicu oleh mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, wisata, serta silaturahmi keluarga.
Dengan kondisi tersebut, pengguna jalan diimbau tetap waspada, mematuhi aturan lalu lintas, dan merencanakan perjalanan secara cermat guna menghindari kepadatan ekstrem di sejumlah ruas tol utama.
Baca berita lengkap lainnya di JurnalLugas.Com
(WN)






