Kapan Lebaran 2026? Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 1447 H

JurnalLugas.Com — Kerajaan Arab Saudi resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini diumumkan setelah hasil pemantauan hilal yang menjadi dasar penentuan akhir bulan suci Ramadan.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Mahkamah Agung Arab Saudi pada Rabu (18/3), yang menyatakan bahwa Kamis merupakan hari terakhir bulan Ramadan 1447 H. Dengan demikian, umat Islam di wilayah Kerajaan Saudi akan merayakan Idul Fitri keesokan harinya.

Bacaan Lainnya

Penetapan Berdasarkan Rukyatul Hilal

Dalam keterangannya, Mahkamah Agung menegaskan bahwa penentuan awal Syawal dilakukan melalui metode rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit. Hasil pengamatan tersebut menunjukkan bahwa hilal telah terlihat, sehingga bulan Ramadan dinyatakan berakhir pada Kamis.

Baca Juga  50 Ucapan Minal Aidin Wal Faidzin Versi Jawa Halus, Penuh Makna dan Sopan Santun

“Berdasarkan hasil rukyat, Jumat ditetapkan sebagai hari pertama Idul Fitri,” demikian pernyataan singkat lembaga tersebut.

Ucapan Resmi untuk Pimpinan Kerajaan

Mahkamah Agung juga menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud selaku Penjaga Dua Kota Suci, serta kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Tak hanya itu, ucapan serupa turut ditujukan kepada seluruh warga negara, penduduk, dan umat Islam yang merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Doa untuk Keberkahan dan Stabilitas

Dalam pernyataan resminya, Mahkamah Agung juga menyelipkan doa agar seluruh amal ibadah umat Muslim selama Ramadan diterima oleh Allah SWT. Selain itu, mereka berharap Kerajaan Arab Saudi senantiasa diberikan keamanan, stabilitas, dan kemakmuran.

Baca Juga  Arab Saudi Peringatkan Konsekuensi Eskalasi Militer Zionis Israel di Lebanon

Momentum Idul Fitri diharapkan menjadi ajang mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai-nilai spiritual umat Islam di seluruh dunia.

Penetapan ini juga menjadi acuan bagi sejumlah negara lain yang mengikuti keputusan Arab Saudi dalam menentukan awal Syawal, meskipun sebagian negara tetap menggunakan metode hisab atau rukyat masing-masing.

Baca berita terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait