JurnalLugas.Com – Tren positif kembali menyelimuti sektor perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau. Harga tandan buah segar (TBS) dari petani swadaya resmi mengalami kenaikan tipis namun signifikan, menembus level psikologis baru di atas Rp4.000 per kilogram.
Berdasarkan penetapan terbaru untuk periode 8–14 April 2026, harga TBS naik sebesar Rp39,23/kg atau sekitar 0,99 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Kenaikan ini membawa harga TBS kelompok umur 9 tahun yang menjadi acuan tertinggi menjadi Rp4.007,05/kg.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja, mengungkapkan bahwa penguatan harga ini tidak terjadi secara kebetulan. Ia menegaskan adanya dorongan kuat dari pasar global, khususnya pada komoditas turunan sawit.
“Faktor utama berasal dari kenaikan harga crude palm oil (CPO) dan kernel. Ini berdampak langsung terhadap nilai jual TBS yang diterima petani,” ujarnya di Pekanbaru.
Data menunjukkan, harga CPO mengalami lonjakan sebesar Rp271,48/kg menjadi Rp16.041,67/kg. Sementara itu, harga kernel juga menguat Rp306,32/kg menjadi Rp15.760,00/kg dalam periode yang sama.
Tak hanya petani swadaya, dampak positif juga dirasakan oleh petani mitra plasma. Harga TBS untuk kelompok ini melonjak lebih tinggi, yakni Rp124,79/kg atau sekitar 3,16 persen, sehingga mencapai Rp4.075,41/kg.
Kenaikan ini memperlihatkan adanya perbaikan distribusi nilai dalam rantai industri sawit, di mana petani mulai memperoleh porsi yang lebih adil dari harga pasar.
Defris menambahkan bahwa peningkatan ini tidak lepas dari pembenahan tata kelola penetapan harga yang terus dilakukan secara konsisten. Menurutnya, transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara perusahaan dan petani.
“Perbaikan tata kelola ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, didukung penuh oleh pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Tujuannya jelas, agar harga yang terbentuk mencerminkan keadilan bagi semua pihak,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa stabilitas dan kenaikan harga TBS bukan hanya berdampak pada sektor perkebunan semata, tetapi juga berimplikasi luas terhadap ekonomi daerah. Peningkatan pendapatan petani diyakini akan mendorong daya beli masyarakat serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Dengan tren harga yang terus menguat dan tata kelola yang semakin solid, sektor sawit Riau kini berada dalam momentum strategis untuk tumbuh lebih inklusif memberikan manfaat nyata bagi petani sebagai tulang punggung industri.
Baca berita ekonomi dan bisnis lainnya di JurnalLugas.Com
(SF)






