Petani Sawit Gusar Harga CPO Terus Turun di Bursa Malaysia Apa Penyebabnya?

JurnalLugas.Com – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) mengalami penurunan pada akhir pekan lalu, memperpanjang tren penurunan yang sudah berlangsung selama beberapa minggu. Pada Jumat, 13 September 2024, harga CPO untuk kontrak pengiriman November di Bursa Malaysia ditutup pada MYR 3.680 per ton, turun 0,43% dibandingkan hari sebelumnya.

Sepanjang minggu tersebut, harga CPO tergerus 1,79% secara point-to-point. Ini merupakan koreksi mingguan yang terjadi selama empat pekan berturut-turut, mengindikasikan adanya tekanan yang cukup signifikan terhadap komoditas ini.

Bacaan Lainnya

Penutupan Bursa Malaysia dan Dampak Penurunan Permintaan

Pada Senin, 16 September 2024, Bursa Malaysia tutup untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, serupa dengan penutupan pasar di Indonesia. Namun, ekspektasi terhadap penurunan permintaan terus menjadi faktor yang membebani pergerakan harga CPO. Berdasarkan data Amspec Agri Malaysia, ekspor produk sawit dari Malaysia pada periode 1-15 Agustus 2024 diperkirakan anjlok 22,3% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya. Sementara itu, Intertek Testing Services memproyeksikan penurunan sebesar 20,2%.

Baca Juga  Aksi Ambil Untung Warnai Harga CPO Anjlok Ini Faktor Lain Minyak Sawit Melorot

Pengaruh Harga Minyak Nabati Lain Terhadap CPO

Tidak hanya permintaan yang melemah, penurunan harga minyak nabati pesaing juga turut menyudutkan CPO di pasar global. Harga minyak kedelai di bursa Dalian (China) dan Chicago Board of Trade (Amerika Serikat) masing-masing turun 1,27% dan 0,22% pada akhir pekan lalu. Penurunan harga minyak kedelai ini membuat CPO semakin kurang menarik karena kedua komoditas ini sering digunakan secara bergantian dalam industri.

Baca Juga  Harga CPO Merangkak Naik di Bursa Malaysia Tercatat Level Tertinggi

Ketika harga minyak kedelai lebih murah, daya saing CPO secara alami menurun, mengingat banyak industri yang beralih menggunakan alternatif yang lebih terjangkau.

Harga CPO saat ini sedang berada di bawah tekanan akibat ekspektasi penurunan permintaan dan persaingan harga dengan minyak nabati lainnya, terutama minyak kedelai. Kondisi ini memperkuat tren penurunan yang telah terjadi selama beberapa minggu terakhir.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait