JurnalLugas.Com — Pergerakan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk kembali mengalami koreksi pada perdagangan Kamis pagi, 16 April 2026. Penurunan ini mencerminkan respons pasar terhadap fluktuasi global yang masih berlangsung dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp5.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.893.000 menjadi Rp2.888.000 per gram. Penurunan serupa juga terjadi pada harga buyback atau pembelian kembali, yang kini berada di level Rp2.674.000 per gram.
Seorang pelaku pasar logam mulia menyebutkan bahwa koreksi harga ini masih tergolong wajar. “Pergerakan emas saat ini cenderung mengikuti sentimen global dan nilai tukar. Investor sebaiknya tidak reaktif, tetapi melihat tren jangka menengah,” ujarnya singkat.
Rincian Harga Emas Antam Terbaru
Berikut daftar harga emas batangan Antam berdasarkan pecahan per Kamis pagi:
- 0,5 gram: Rp1.494.000
- 1 gram: Rp2.888.000
- 2 gram: Rp5.716.000
- 3 gram: Rp8.549.000
- 5 gram: Rp14.215.000
- 10 gram: Rp28.375.000
- 25 gram: Rp70.812.000
- 50 gram: Rp141.545.000
- 100 gram: Rp283.012.000
- 250 gram: Rp707.265.000
- 500 gram: Rp1.414.320.000
- 1.000 gram: Rp2.828.600.000
Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar global dan domestik.
Ketentuan Pajak dan Transaksi
Dalam setiap transaksi emas batangan, pemerintah menetapkan kebijakan pajak yang wajib diperhatikan investor. Mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar:
- 0,45% bagi pemilik NPWP
- 0,9% bagi non-NPWP
Sementara itu, untuk transaksi penjualan kembali (buyback) dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar:
- 1,5% bagi pemilik NPWP
- 3% bagi non-NPWP
Pajak tersebut langsung dipotong dari total nilai transaksi, dan setiap pembelian emas batangan disertai bukti potong resmi.
Strategi Investor di Tengah Koreksi
Dengan kondisi harga yang cenderung fluktuatif, emas masih dianggap sebagai instrumen lindung nilai (safe haven). Namun, pelaku pasar diingatkan untuk tidak hanya berpatokan pada pergerakan harian.
Koreksi tipis seperti saat ini sering dimanfaatkan sebagian investor sebagai momentum akumulasi. Di sisi lain, kehati-hatian tetap diperlukan mengingat volatilitas global yang belum sepenuhnya stabil.
Pantau terus perkembangan harga dan analisis pasar hanya di JurnalLugas.Com.
(ED)






