JurnalLugas.Com — Pergerakan harga emas di Pegadaian kembali menunjukkan tren penguatan pada Kamis pagi, 16 April 2026. Kenaikan terjadi secara serentak pada tiga produk unggulan Antam, UBS, dan Galeri24 yang selama ini menjadi acuan investor ritel dalam berburu aset lindung nilai.
Data terbaru menunjukkan, harga emas Antam kini menembus Rp3.009.000 per gram. Sementara itu, UBS berada di level Rp2.934.000 per gram dan Galeri24 menyentuh Rp2.891.000 per gram. Kenaikan ini mencerminkan adanya dorongan permintaan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sehari sebelumnya, Rabu (15/4), harga ketiga produk tersebut masih berada di level lebih rendah. Antam tercatat Rp2.978.000 per gram, UBS Rp2.887.000, dan Galeri24 Rp2.868.000 per gram. Artinya, dalam waktu kurang dari 24 jam, pasar emas domestik mengalami lonjakan signifikan.
Seorang analis pasar komoditas yang enggan disebutkan namanya menyebut tren ini bukan sekadar fluktuasi harian. “Kenaikan emas saat ini dipicu kombinasi faktor global dan domestik. Investor kembali menjadikan emas sebagai aset aman di tengah tekanan ekonomi,” ujarnya.
Meski demikian, pihak Pegadaian mengingatkan bahwa harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar internasional.
Rincian Harga Emas Pegadaian Hari Ini
Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.516.000
- 1 gram: Rp2.891.000
- 2 gram: Rp5.713.000
- 5 gram: Rp14.176.000
- 10 gram: Rp28.278.000
- 25 gram: Rp70.313.000
- 50 gram: Rp140.517.000
- 100 gram: Rp280.894.000
- 250 gram: Rp700.509.000
- 500 gram: Rp1.401.018.000
- 1.000 gram: Rp2.802.034.000
Antam
- 0,5 gram: Rp1.557.000
- 1 gram: Rp3.009.000
- 2 gram: Rp5.956.000
- 3 gram: Rp8.907.000
- 5 gram: Rp14.810.000
- 10 gram: Rp29.562.000
- 25 gram: Rp73.775.000
- 50 gram: Rp147.467.000
- 100 gram: Rp294.853.000
UBS
- 0,5 gram: Rp1.586.000
- 1 gram: Rp2.934.000
- 2 gram: Rp5.822.000
- 5 gram: Rp14.387.000
- 10 gram: Rp28.623.000
- 25 gram: Rp71.416.000
- 50 gram: Rp142.540.000
- 100 gram: Rp284.967.000
- 250 gram: Rp712.206.000
- 500 gram: Rp1.422.741.000
Sinyal Pasar, Emas Kembali Jadi Primadona?
Kenaikan harga emas yang terjadi secara serempak ini memperkuat sinyal bahwa logam mulia kembali menjadi pilihan utama investor. Dalam kondisi ekonomi yang belum stabil, emas dinilai lebih tahan terhadap inflasi dan gejolak nilai tukar.
Pengamat keuangan menilai, tren ini berpotensi berlanjut jika tekanan global tidak mereda dalam waktu dekat. “Selama ketidakpastian masih tinggi, emas akan tetap menarik. Ini momentum bagi investor jangka panjang,” katanya.
Bagi masyarakat, momentum ini juga memunculkan dua pilihan: membeli sebelum harga semakin naik, atau menahan diri sambil menunggu koreksi pasar.
Untuk informasi ekonomi terkini dan analisis mendalam lainnya, kunjungi https://JurnalLugas.Com
(ED)






