JurnalLugas.Com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pesan persaudaraan dalam perayaan Dharma Santi sebagai momentum memperkuat persatuan nasional dan menjaga harmoni di tengah keberagaman Indonesia.
Dalam pesan resmi yang disampaikan melalui Sekretariat Kabinet pada Jumat, 17 April 2026, Presiden menilai Dharma Santi bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi memiliki makna strategis bagi kehidupan kebangsaan.
“Dharma Santi adalah momentum untuk saling memaafkan, memperkuat persaudaraan, dan meneguhkan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan bersama,” ujar Presiden dalam pesannya.
Menurut Presiden, semangat setelah Hari Raya Nyepi harus menjadi titik awal memperkuat harmoni sosial di Indonesia. Ia menekankan bahwa nilai Tat Twam Asi yang mengajarkan saling menghormati dan hidup seimbang merupakan fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa.
Indonesia Besar karena Keberagaman
Presiden juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu di seluruh Indonesia yang memperingati Dharma Santi Nasional 2026 sekaligus menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung dalam acara tersebut.
Dalam pesannya, Presiden menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun dari keberagaman budaya, agama, dan tradisi.
“Indonesia adalah bangsa yang rukun dalam keberagaman. Kita berbeda, tetapi tetap satu. Nilai gotong royong, saling mendukung, dan saling mengasihi adalah kekuatan bangsa,” ujar Presiden.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa umat Hindu memiliki kontribusi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat persatuan nasional.
Tri Hita Karana Jadi Fondasi Harmoni
Presiden turut mengajak umat Hindu untuk terus mengamalkan nilai Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari.
Prinsip tersebut menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan sesama, manusia dengan alam, serta manusia dengan Tuhan.
“Kita jaga kebersamaan, kita perkuat persatuan nasional, dan mari bersama membangun Indonesia yang adil dan makmur,” tegas Presiden.
Dharma Santi sebagai Simbol Rekonsiliasi
Dharma Santi sendiri merupakan puncak perayaan umat Hindu setelah Nyepi yang menjadi simbol rekonsiliasi, saling memaafkan, dan mempererat hubungan sosial. Momentum ini juga menjadi refleksi spiritual untuk membangun kehidupan yang lebih damai dan harmonis.
Melalui pesan tersebut, Presiden berharap semangat Dharma Santi dapat memperkuat solidaritas nasional serta memperkokoh nilai toleransi yang selama ini menjadi ciri khas Indonesia.
Baca berita nasional lainnya di:
https://JurnalLugas.com
(SF)






