Iran Simpan Rudal Rahasia Siap Jangkau Daratan Paman Sam

JurnalLugas.Com — Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Kementerian Pertahanan Iran menyampaikan pernyataan mengejutkan terkait kekuatan militernya yang belum sepenuhnya digunakan dalam konflik bersenjata dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran, Jenderal Reza Talaei-Nik, mengungkapkan bahwa sebagian besar kemampuan rudal strategis negaranya masih berada dalam kondisi siaga dan belum dikerahkan secara penuh di medan perang.

Bacaan Lainnya

“Sebagian besar kemampuan rudal kami masih belum digunakan,” ujar Talaei-Nik dalam pernyataannya yang dikutip dari Teheran, Sabtu (25/4/2026).

Klaim Dominasi di Udara

Dalam pernyataan yang sama, pihak militer Iran juga menegaskan bahwa mereka tetap mempertahankan posisi dominan di beberapa wilayah konflik, termasuk klaim penguasaan ruang udara di area yang disebut sebagai wilayah pendudukan Israel.

“Pasukan kami mempertahankan supremasi udara penuh atas wilayah pendudukan Zionis, dan hanya sebagian kemampuan rudal yang digunakan selama perang 40 hari,” tambahnya.

Pernyataan ini memperkuat narasi resmi Teheran yang sejak awal konflik menegaskan kesiapan militernya menghadapi eskalasi berkepanjangan di kawasan.

Ketegangan di Laut dan Selat Strategis

Selain di daratan dan udara, ketegangan juga meningkat di jalur laut strategis. Iran menyebut bahwa kapal-kapal perang pihak lawan beberapa kali mundur hingga ratusan kilometer dari kawasan Laut Oman akibat respons militer yang dilakukan oleh pasukannya.

Salah satu titik paling krusial dalam eskalasi ini adalah Selat Hormuz, jalur penting distribusi energi global. Sejak pecahnya konflik, jalur pelayaran di kawasan tersebut dilaporkan mengalami gangguan signifikan.

Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur minyak paling vital di dunia, yang menjadi penghubung utama ekspor energi dari kawasan Teluk ke pasar internasional.

Global dan Pasar Energi

Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel ini disebut telah memberikan tekanan besar terhadap stabilitas pasar energi global. Gangguan di jalur pelayaran strategis turut memicu kekhawatiran akan lonjakan harga minyak serta potensi krisis pasokan jangka panjang.

Sejumlah analis menilai bahwa eskalasi militer di kawasan tersebut tidak hanya berdampak regional, tetapi juga berpotensi mengguncang ekonomi dunia jika tidak segera mereda.

Situasi Masih Dinamis

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda penurunan intensitas konflik. Baik Teheran maupun pihak lawan masih saling melontarkan klaim kemenangan dan keunggulan militer di berbagai sektor pertempuran.

Pernyataan terbaru Iran menegaskan bahwa mereka masih menyimpan kekuatan signifikan yang belum digunakan, sebuah sinyal bahwa eskalasi masih bisa meningkat sewaktu-waktu.

Situasi di kawasan Laut Oman dan sekitarnya pun masih berada dalam status siaga tinggi, dengan risiko ketegangan yang terus membayangi jalur perdagangan internasional.

Baca berita lainnya JurnalLugas.Com

(HD)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait