JurnalLugas.Com — Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi menunjukkan optimisme pelaku pasar yang kembali menguat setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau. Sentimen positif dari pasar regional Asia hingga ekspektasi stabilitas ekonomi domestik menjadi pendorong utama pergerakan indeks pada awal sesi perdagangan.
IHSG tercatat naik 68,32 poin atau 0,96 persen ke level 7.160,79 saat pembukaan perdagangan. Kenaikan tersebut memperlihatkan minat beli investor yang mulai meningkat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan, energi, dan teknologi.
Tak hanya IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami penguatan signifikan. Indeks yang berisi 45 emiten dengan likuiditas tinggi itu melonjak 7,55 poin atau 1,11 persen ke posisi 690,31. Pergerakan ini menandakan kepercayaan pasar terhadap saham-saham blue chip masih cukup solid di tengah dinamika ekonomi global.
Analis pasar modal menilai penguatan IHSG pada awal perdagangan dipengaruhi oleh stabilnya nilai tukar rupiah dan meningkatnya optimisme investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua tahun ini.
“Pasar masih merespons positif arus dana asing yang mulai kembali masuk ke instrumen saham domestik. Selain itu, sentimen global yang cenderung kondusif turut mendukung penguatan indeks,” ujar seorang analis pasar modal di Jakarta.
Aktivitas perdagangan sejak pembukaan juga didominasi aksi beli pada saham sektor perbankan besar dan emiten berbasis komoditas. Investor disebut masih memburu saham yang memiliki fundamental kuat serta prospek kinerja positif sepanjang 2026.
Di sisi lain, pelaku pasar tetap mencermati arah kebijakan suku bunga global dan perkembangan ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arus investasi di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dengan dibukanya perdagangan di zona hijau, pasar berharap IHSG mampu mempertahankan tren penguatan hingga penutupan sesi perdagangan hari ini. Stabilitas ekonomi domestik dan kinerja emiten yang positif dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor.
Baca berita ekonomi dan pasar modal lainnya di JurnalLugas.Com
(Endarto)






