JurnalLugas.Com — Pemerintah Kanada bergerak cepat menyusul merebaknya wabah Andes Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang tengah berlayar di kawasan Atlantik Selatan. Otoritas Kanada memastikan koordinasi internasional terus dilakukan bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sejumlah negara terkait guna mencegah penyebaran virus mematikan tersebut.
Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menegaskan pemerintahnya telah menyiapkan langkah darurat untuk melindungi warga negaranya yang berada di atas kapal ekspedisi kutub itu.
Dalam pernyataan resminya, Anand menyebut Kanada saat ini bekerja sama dengan WHO, otoritas pelabuhan, serta berbagai lembaga internasional untuk memantau perkembangan situasi kesehatan di kapal pesiar MV Hondius.
“Kanada siap menangani situasi ini dan terus berkoordinasi dengan mitra internasional,” ujar Anand dalam keterangannya.
Menurut pemerintah Kanada, petugas konsuler akan diterjunkan langsung ketika kapal tiba di pelabuhan tujuan. Langkah tersebut dilakukan guna memberikan bantuan kepada warga Kanada yang menjadi penumpang kapal.
Hingga saat ini, otoritas Kanada menyatakan belum ditemukan warga negaranya yang terinfeksi hantavirus di atas kapal tersebut.
MV Hondius diketahui membawa sekitar 150 penumpang dalam pelayaran ekspedisi menuju kawasan Antartika. Kapal pesiar berbendera Belanda itu sebelumnya berangkat dari Argentina untuk menjalani wisata kutub selama sepekan sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah Tanjung Verde.
Namun di tengah pelayaran, wabah Andes Hantavirus dilaporkan muncul dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Insiden itu memicu kekhawatiran internasional mengingat hantavirus dikenal sebagai penyakit serius yang dapat menyerang sistem pernapasan manusia.
Andes Hantavirus merupakan jenis virus langka yang umumnya ditularkan melalui paparan kotoran atau urin hewan pengerat. Dalam sejumlah kasus, virus tersebut juga dilaporkan dapat menular antarmanusia melalui kontak erat.
Otoritas kesehatan internasional kini terus melakukan pelacakan terhadap seluruh penumpang dan awak kapal guna memastikan potensi penyebaran dapat dikendalikan sejak dini.
Kasus ini sekaligus menjadi perhatian dunia karena terjadi di kapal ekspedisi wisata internasional yang melibatkan penumpang dari berbagai negara. Pengawasan medis ketat diperkirakan akan dilakukan ketika kapal bersandar di pelabuhan berikutnya.
Baca berita internasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Handoko)






