JurnalLugas.Com — Krisis kesehatan kembali menghantam industri pelayaran internasional setelah kapal pesiar MV Hondius dilaporkan tiba di perairan Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, di tengah merebaknya wabah Hantavirus yang menewaskan sejumlah penumpang. Kedatangan kapal tersebut langsung memicu operasi darurat lintas negara untuk mengevakuasi para penumpang dan awak kapal secara bertahap.
Kapal ekspedisi asal Belanda itu sebelumnya menjalani pelayaran dari Argentina menuju Cape Verde sebelum otoritas kesehatan internasional mendeteksi penyebaran virus mematikan di dalam kapal. Situasi tersebut membuat perjalanan berubah menjadi operasi kemanusiaan dan pengawasan medis berskala internasional.
Media lokal Spanyol melaporkan MV Hondius mulai mendekati pelabuhan Granadilla di Tenerife pada Minggu pagi waktu setempat. Beberapa menit sebelum pukul 06.30, kapal akhirnya berlabuh di area yang telah disterilkan oleh otoritas pelabuhan dan tim kesehatan.
Pemerintah Spanyol bersama petugas kesehatan internasional langsung menyiapkan prosedur pendaratan ketat guna mencegah penyebaran virus ke daratan. Penumpang akan menjalani pemeriksaan kesehatan, isolasi, hingga pemantauan lanjutan sebelum diizinkan meninggalkan area pelabuhan.
Seorang pejabat kesehatan yang terlibat dalam penanganan situasi tersebut mengatakan langkah cepat diperlukan karena penyebaran virus di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar memiliki risiko tinggi.
“Prioritas utama adalah keselamatan penumpang dan mencegah potensi penularan lebih luas,” ujar sumber kesehatan setempat.
WHO Konfirmasi Korban Jiwa
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengonfirmasi terdapat tujuh kasus infeksi Hantavirus di kapal tersebut. Dari jumlah itu, tiga orang dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami komplikasi serius.
Kasus ini menjadi perhatian global karena wabah Hantavirus relatif jarang terjadi di kapal pesiar. Biasanya virus tersebut ditemukan di wilayah dengan populasi hewan pengerat tinggi.
Otoritas kesehatan kini tengah menelusuri kemungkinan sumber paparan di dalam kapal, termasuk area penyimpanan makanan, logistik, hingga ruang tertutup yang berpotensi menjadi tempat kontaminasi.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus merupakan kelompok virus yang ditularkan kepada manusia melalui kontak dengan tikus atau hewan pengerat yang terinfeksi. Penularan dapat terjadi melalui urine, air liur, atau kotoran hewan yang mengering lalu terhirup manusia.
Virus ini diketahui dapat menyebabkan dua penyakit serius, yakni Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal serta Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru.
Gejala awal biasanya menyerupai flu, seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan ekstrem. Namun dalam kondisi berat, pasien bisa mengalami gangguan pernapasan akut hingga gagal organ.
Pakar epidemiologi menilai kasus di MV Hondius menjadi pengingat bahwa pengawasan sanitasi di transportasi laut internasional masih menjadi tantangan besar, terutama pada kapal ekspedisi jarak jauh yang beroperasi selama berminggu-minggu.
Selain proses evakuasi, otoritas Spanyol juga akan melakukan sterilisasi menyeluruh terhadap kapal sebelum investigasi epidemiologi dilanjutkan.
Peristiwa ini pun memunculkan kekhawatiran baru di sektor wisata kapal pesiar global yang sebelumnya mulai pulih setelah beberapa tahun menghadapi tekanan akibat wabah penyakit menular.
Baca berita internasional lainnya di JurnalLugas.Com
(Dahlan)






