Arab Saudi Bongkar Penipuan Haji di Media Sosial, Warga India dan Bangladesh Ditangkap di Makkah

JurnalLugas.Com — Menjelang puncak musim haji 1447 Hijriah, aparat keamanan Arab Saudi meningkatkan pengawasan terhadap berbagai pelanggaran yang berpotensi mengganggu keselamatan jamaah. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah maraknya penipuan layanan haji melalui media sosial.

Patroli keamanan di Makkah menangkap empat warga negara asing asal India dan Bangladesh yang diduga terlibat dalam praktik penipuan serta penggelapan berkedok layanan haji ilegal.

Bacaan Lainnya

Para pelaku disebut menyebarkan iklan palsu di platform digital dengan menawarkan berbagai fasilitas haji yang menyesatkan calon jamaah. Modus tersebut diduga dilakukan untuk memperoleh keuntungan dari masyarakat yang ingin berangkat ke Tanah Suci tanpa melalui prosedur resmi.

Otoritas keamanan Saudi mengungkapkan bahwa dalam operasi tersebut petugas turut menyita sejumlah kartu identitas, dokumen, dan alat palsu yang dipakai dalam aktivitas penipuan.

“Pelaku telah diamankan dan diproses sesuai hukum yang berlaku sebelum diserahkan ke pihak kejaksaan,” demikian pernyataan otoritas keamanan Saudi.

Baca Juga  BP Haji Ambil Alih Penyelenggaraan Haji Pemerintah Tunggu RUU Disahkan DPR

Kasus ini kembali menyoroti meningkatnya ancaman penipuan digital menjelang musim haji, terutama melalui media sosial yang kerap dimanfaatkan untuk menawarkan paket ibadah murah dan jalur keberangkatan instan.

Pengamat keamanan siber Timur Tengah, Ahmad Fauzi, mengatakan pelaku biasanya memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap haji untuk menjalankan modus manipulasi daring.

“Calon jamaah sering tergiur iming-iming proses cepat atau biaya lebih murah. Padahal banyak tawaran semacam itu tidak resmi dan berisiko penipuan,” ujarnya.

Selain membongkar jaringan penipuan, petugas keamanan haji juga menangkap lima warga Turkiye yang mencoba memasuki dan tinggal di Makkah tanpa izin resmi haji.

Mereka disebut berusaha masuk melalui jalur desa dan lembah untuk menghindari pemeriksaan aparat. Tindakan tersebut dinilai melanggar aturan ketat yang diberlakukan pemerintah Saudi selama musim haji.

Pihak berwenang menegaskan bahwa setiap pelanggaran aturan haji akan dikenakan sanksi hukum demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan jutaan jamaah dari berbagai negara.

Pemerintah Saudi juga meminta masyarakat mematuhi seluruh regulasi yang berlaku selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, termasuk penggunaan izin resmi dan jalur keberangkatan yang sah.

Baca Juga  Donald Trump Harap Hasil Positif Pertemuan di Arab Saudi Terkait Konflik Ukraina

Menurut analis kebijakan Timur Tengah, Ridwan Karim, langkah tegas Saudi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga pengelolaan haji tetap aman dan tertib.

“Arab Saudi kini semakin ketat mengawasi pergerakan jamaah maupun aktivitas ilegal karena jumlah peserta haji sangat besar dan berisiko memicu persoalan keamanan,” katanya.

Otoritas Saudi turut mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan dugaan pelanggaran atau aktivitas mencurigakan kepada aparat keamanan melalui layanan darurat yang telah disediakan.

Masyarakat di wilayah Makkah, Madinah, Riyadh, dan kawasan timur Saudi dapat menghubungi nomor 911, sementara wilayah lain menggunakan layanan 999.

Pengawasan ketat diperkirakan terus berlangsung hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai guna memastikan keamanan dan keselamatan jamaah tetap terjaga.

Ikuti berita internasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait