Iran Kuasai Permanen Selat Hormuz, AS Stop Berkhayal

JurnalLugas.Com — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran secara terbuka menegaskan kendali permanennya atas jalur strategis Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, yang menegaskan bahwa pengelolaan selat penting dunia itu kini sepenuhnya berada di bawah mekanisme dan aturan Iran.

Pernyataan keras Teheran tersebut langsung menarik perhatian dunia internasional karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Sebagian besar distribusi minyak global melintasi kawasan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

Bacaan Lainnya

Azizi menegaskan bahwa langkah Iran bukan kebijakan sementara ataupun respons sesaat terhadap dinamika politik global. Menurutnya, kontrol Iran terhadap Selat Hormuz bersifat permanen dan akan terus dijalankan sesuai kepentingan nasional negara tersebut.

“Saat ini Iran mengelola selat berdasarkan aturan dan mekanisme sendiri. Kebijakan ini permanen, bukan langkah sementara,” ujar Azizi, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga  AS Tolak Klaim Iran atas Selat Hormuz, Marco Lampaui Hukum Internasional

Selat Hormuz Jadi Simbol Pengaruh Strategis Iran

Pernyataan parlemen Iran itu dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Teheran ingin mempertegas pengaruh geopolitiknya di kawasan Teluk. Dalam beberapa tahun terakhir, Selat Hormuz kerap menjadi titik panas konflik diplomatik dan militer antara Iran dengan Amerika Serikat serta sekutu Baratnya.

Iran memandang jalur laut tersebut bukan hanya aset ekonomi, melainkan bagian dari kedaulatan strategis nasional yang tidak bisa dipisahkan dari keamanan kawasan.

Azizi bahkan menyebut Amerika Serikat harus menghentikan anggapan bahwa langkah Iran hanya bersifat lokal atau memiliki jangka waktu pendek.

Menurutnya, realitas geopolitik kawasan telah berubah dan negara-negara lain harus mulai menerima posisi Iran dalam pengelolaan jalur pelayaran internasional tersebut.

“Amerika harus meninggalkan ilusi bahwa kebijakan Iran ini hanya sementara. Negara-negara kawasan juga perlu memahami kenyataan baru ini,” tegasnya.

Jalur Vital Perdagangan Energi Dunia

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur perdagangan energi paling sibuk di dunia. Setiap hari, jutaan barel minyak mentah dari negara-negara Teluk melewati kawasan tersebut menuju pasar Asia, Eropa, hingga Amerika.

Baca Juga  Iran Siap Berunding dengan Pemerintahan Donald Trump Tetap Tegas Tekanan AS

Karena perannya yang sangat strategis, setiap pernyataan politik terkait Selat Hormuz hampir selalu berdampak pada pasar energi global, termasuk fluktuasi harga minyak dunia.

Analis geopolitik menilai pernyataan Iran berpotensi meningkatkan perhatian internasional terhadap keamanan pelayaran di kawasan Timur Tengah, terutama di tengah situasi politik global yang masih dipenuhi ketegangan.

Meski demikian, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait pernyataan terbaru parlemen Iran tersebut.

Di sisi lain, sejumlah negara di kawasan Teluk diperkirakan akan mencermati langkah Iran dengan hati-hati karena Selat Hormuz menyangkut kepentingan ekonomi dan stabilitas perdagangan internasional.

Baca berita internasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait