JurnalLugas.Com – PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) mencatat pertumbuhan bisnis yang signifikan pada kuartal I 2026. Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, bank digital ini berhasil meningkatkan penyaluran kredit sekaligus memperkuat kualitas aset dan struktur pendanaannya.
Berdasarkan laporan kinerja terbaru, penyaluran kredit bruto Amar Bank tumbuh 30,62 persen secara tahunan menjadi Rp4,16 triliun. Lonjakan pembiayaan tersebut menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan aset perseroan yang naik menjadi Rp6,93 triliun.
Pertumbuhan bisnis itu turut mendongkrak laba bersih perusahaan hingga mencapai Rp71,12 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini.
Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, mengatakan capaian tersebut menunjukkan strategi bisnis bank mulai memberikan hasil positif, terutama dalam memperluas pasar pada segmen dengan potensi margin tinggi.
“Kami terus memperkuat posisi di segmen yang memiliki peluang pertumbuhan besar dengan pendekatan bisnis yang lebih terukur,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 29 Mei 2026.
Pendapatan operasional bank juga mengalami peningkatan menjadi Rp527,76 miliar. Sementara itu, pendapatan bunga bersih tercatat tumbuh menjadi Rp370,20 miliar seiring ekspansi kredit yang tetap terkendali.
Menurut Vishal, pertumbuhan sehat di industri perbankan tidak hanya dinilai dari peningkatan kredit dan laba semata, tetapi juga kemampuan menjaga fondasi pendanaan yang stabil dan berkelanjutan.
Karena itu, Amar Bank terus memperkuat strategi penghimpunan dana masyarakat di tengah ketatnya persaingan likuiditas nasional.
Hasilnya, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp2,91 triliun secara tahunan. Peningkatan ini memperbaiki struktur pendanaan bank sehingga biaya dana menjadi lebih efisien.
Kondisi tersebut juga berdampak pada perbaikan rasio pinjaman terhadap simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) yang turun signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tak hanya fokus pada ekspansi bisnis, Amar Bank juga menjaga kualitas kredit tetap sehat. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berhasil ditekan menjadi 0,86 persen, lebih rendah dibandingkan posisi tahun sebelumnya.
SVP Finance Amar Bank, David Wirawan, menyebut penurunan rasio kredit bermasalah menjadi bukti bahwa ekspansi pembiayaan dilakukan secara selektif dan hati-hati.
“Kualitas aset tetap menjadi prioritas utama dalam setiap strategi pertumbuhan kredit,” kata David.
Ia menjelaskan bahwa penguatan analisis risiko dan pengelolaan portofolio kredit terus dilakukan untuk menjaga stabilitas bisnis jangka panjang.
Di sisi lain, Amar Bank juga memiliki posisi permodalan yang sangat kuat. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat mencapai 99,17 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Modal yang solid tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi perusahaan untuk terus mengembangkan layanan digital, memperkuat teknologi, dan memperluas akses pembiayaan bagi sektor ritel serta UMKM.
Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama Amar Bank dalam menghadapi perubahan perilaku nasabah yang kini semakin mengandalkan layanan keuangan berbasis teknologi.
Dengan kombinasi pertumbuhan kredit, kualitas aset yang terjaga, serta likuiditas yang semakin sehat, Amar Bank optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir 2026.
Baca berita ekonomi dan bisnis terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(William)






