JurnalLugas.Com – Banyak orang mengira bau mulut akan hilang setelah menyikat gigi secara rutin. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit yang masih mengalami masalah napas tidak sedap meski sudah menjaga kebersihan mulut setiap hari.
Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa tidak percaya diri saat berbicara dengan orang lain. Bahkan, bau mulut yang terus muncul bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu yang perlu mendapat perhatian.
Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa menyikat gigi memang penting, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesegaran napas seseorang.
Penumpukan Bakteri di Lidah
Salah satu penyebab paling umum adalah penumpukan bakteri pada permukaan lidah. Banyak orang hanya fokus membersihkan gigi, sementara lidah yang menjadi tempat berkembangnya bakteri justru terabaikan.
Bakteri tersebut menghasilkan senyawa sulfur yang memicu aroma tidak sedap dari mulut. Karena itu, membersihkan lidah secara rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan rongga mulut.
Mulut Kering Bisa Memicu Bau Tak Sedap
Produksi air liur yang berkurang juga dapat menyebabkan bau mulut bertahan lebih lama. Air liur berfungsi membersihkan sisa makanan dan bakteri secara alami.
Saat mulut kering, bakteri lebih mudah berkembang biak dan menghasilkan aroma yang tidak sedap. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang kurang minum air putih, sering bernapas melalui mulut, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Gangguan Gusi dan Gigi Berlubang
Bau mulut yang tidak kunjung hilang juga bisa berasal dari masalah kesehatan gigi dan gusi. Gigi berlubang, infeksi gusi, hingga penumpukan plak dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau.
Apabila masalah ini tidak ditangani, aroma tidak sedap akan tetap muncul meski seseorang sudah menyikat gigi beberapa kali sehari.
Sisa Makanan yang Terselip
Makanan yang tersangkut di sela-sela gigi sering kali menjadi sumber bau mulut yang tidak disadari. Menyikat gigi saja terkadang belum cukup untuk membersihkan area yang sulit dijangkau.
Penggunaan benang gigi atau dental floss dapat membantu mengangkat sisa makanan yang menjadi sarang bakteri.
Gangguan Pencernaan dan Penyakit Tertentu
Dalam beberapa kasus, bau mulut berasal dari kondisi kesehatan lain di luar rongga mulut. Gangguan lambung, infeksi saluran pernapasan, diabetes, hingga masalah pada hati dan ginjal dapat memengaruhi aroma napas seseorang.
Dokter gigi sekaligus pemerhati kesehatan mulut, drg. Andini Prasetyo, mengatakan bahwa bau mulut yang berlangsung dalam waktu lama sebaiknya tidak diabaikan.
“Bau mulut kronis sering kali menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan yang lebih kompleks, bukan sekadar persoalan kebersihan gigi,” ujarnya, Rabu 10 Juni 2026.
Cara Mengatasi Bau Mulut Secara Efektif
Untuk menjaga napas tetap segar, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana seperti:
- Menyikat gigi minimal dua kali sehari.
- Membersihkan lidah secara rutin.
- Menggunakan benang gigi.
- Memperbanyak konsumsi air putih.
- Mengurangi kebiasaan merokok.
- Melakukan pemeriksaan gigi secara berkala.
Jika bau mulut tetap muncul meski berbagai cara sudah dilakukan, pemeriksaan ke dokter gigi atau tenaga medis menjadi langkah terbaik untuk menemukan penyebab utamanya.
Menjaga kesehatan mulut bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Baca berita kesehatan dan gaya hidup lainnya di JurnalLugas.Com
https://jurnallugas.com
(Lili)






