JurnalLugas.Com – Gula darah tinggi atau hiperglikemia sering kali berkembang secara perlahan tanpa disadari.
Banyak orang baru mengetahui kadar gula darahnya meningkat setelah muncul keluhan yang mengganggu atau bahkan ketika telah terjadi komplikasi.
Padahal, mengenali gejala gula darah tinggi sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai masalah kesehatan yang lebih serius.
Dengan penanganan yang tepat, kadar gula darah dapat dikendalikan sehingga risiko kerusakan organ tubuh bisa diminimalkan.
Apa Itu Gula Darah Tinggi?
Hiperglikemia adalah kondisi ketika kadar glukosa dalam darah berada di atas batas normal.
Kondisi ini umumnya berkaitan dengan diabetes, tetapi juga dapat dipicu oleh pola makan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, stres, efek obat tertentu, maupun gangguan hormon.
Apabila dibiarkan dalam waktu lama, gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah, saraf, ginjal, mata, hingga jantung.
Gejala Gula Darah Tinggi yang Sering Muncul
Beberapa tanda yang paling sering dialami penderita antara lain:
1. Sering Haus
Tubuh akan berusaha mengeluarkan kelebihan gula melalui urine sehingga cairan tubuh berkurang. Akibatnya, rasa haus muncul lebih sering dibanding biasanya.
2. Frekuensi Buang Air Kecil Meningkat
Ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa. Kondisi ini membuat seseorang lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
3. Mudah Lapar
Walaupun sudah makan, tubuh tidak mampu menggunakan glukosa secara optimal sebagai sumber energi sehingga rasa lapar terus muncul.
4. Tubuh Mudah Lelah
Sel-sel tubuh kekurangan energi karena glukosa tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Akibatnya, tubuh terasa lemas dan cepat lelah.
5. Penglihatan Mulai Kabur
Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi cairan pada lensa mata sehingga penglihatan menjadi buram atau sulit fokus.
6. Luka Sulit Sembuh
Tingginya kadar gula dapat mengganggu sirkulasi darah dan proses penyembuhan jaringan sehingga luka kecil sekalipun membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.
7. Berat Badan Turun Tanpa Sebab
Ketika tubuh tidak mampu memanfaatkan glukosa sebagai energi, lemak dan otot akan digunakan sebagai cadangan sehingga berat badan dapat menurun meski pola makan tidak berubah.
8. Kulit Mudah Gatal dan Kering
Kurangnya cairan tubuh serta gangguan sirkulasi membuat kulit menjadi lebih kering, mudah gatal, bahkan rentan mengalami infeksi.
Faktor yang Meningkatkan Risiko
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko gula darah tinggi meliputi:
- Konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan.
- Kurang berolahraga.
- Obesitas.
- Riwayat diabetes dalam keluarga.
- Tekanan darah tinggi.
- Kadar kolesterol yang tidak terkontrol.
- Kebiasaan merokok.
Cara Menurunkan Risiko Gula Darah Tinggi
Pencegahan dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup sederhana, seperti:
- Mengurangi konsumsi minuman manis.
- Memperbanyak sayur, buah, dan makanan tinggi serat.
- Berolahraga minimal 150 menit per minggu.
- Menjaga berat badan ideal.
- Tidur yang cukup.
- Mengelola stres dengan baik.
- Melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala, terutama bagi kelompok berisiko.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, berat badan turun tanpa sebab, atau penglihatan kabur berlangsung selama beberapa hari.
Diagnosis dan penanganan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi serius.
Pakar: Kenali Gejala Sejak Awal
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, mengingatkan bahwa banyak penderita diabetes tidak menyadari penyakitnya karena gejala awal sering dianggap sepele.
“Pemeriksaan gula darah secara berkala dan penerapan gaya hidup sehat merupakan langkah penting untuk mendeteksi serta mengendalikan diabetes sedini mungkin,” ujarnya, kepada JurnalLugas.Com Kamis 23 Juli 2026.
Gejala gula darah tinggi tidak boleh dianggap remeh. Rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, tubuh mudah lelah, hingga luka yang sulit sembuh bisa menjadi sinyal adanya gangguan kadar gula darah.
Dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan secara rutin, risiko diabetes maupun komplikasinya dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga.
Baca artikel kesehatan lainnya di JurnalLugas.Com: https://jurnallugas.com
(Wening)






