Apakah Anak Bisa Kena Gangguan Ginjal? Kenali Gejala Awal Sering Tidak Disadari Orang Tua

JurnalLugas.Com – Gangguan ginjal tidak hanya menyerang orang dewasa. Anak-anak, termasuk balita dan usia sekolah, juga berisiko mengalami berbagai penyakit ginjal yang dapat memengaruhi tumbuh kembang apabila terlambat dikenali dan ditangani.

Sayangnya, banyak orang tua menganggap keluhan seperti anak mudah lelah, bengkak pada wajah, atau perubahan warna urine hanyalah masalah ringan.

Bacaan Lainnya

Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal adanya gangguan fungsi ginjal.

Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah dari darah, menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengatur tekanan darah, hingga membantu pembentukan sel darah merah.

Ketika organ ini mengalami gangguan, dampaknya dapat dirasakan hampir di seluruh sistem tubuh.

Penyakit Ginjal pada Anak Bisa Berasal dari Berbagai Penyebab

Dokter menjelaskan bahwa gangguan ginjal pada anak tidak selalu disebabkan oleh pola hidup.

Sebagian kasus muncul akibat kelainan bawaan sejak lahir, infeksi saluran kemih berulang, gangguan sistem kekebalan tubuh, hingga faktor genetik yang diturunkan dalam keluarga.

Baca Juga  Cara Mencegah Gagal Ginjal Sejak Usia Muda, Kebiasaan Sederhana Selamatkan Fungsi Organ Tubuh

Selain itu, dehidrasi berat, konsumsi obat tertentu tanpa pengawasan medis, maupun penyakit kronis juga dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal pada anak.

“Deteksi dini sangat penting karena semakin cepat gangguan ginjal diketahui, peluang keberhasilan pengobatan juga semakin besar,” ujar seorang dokter spesialis anak dalam edukasi kesehatan, kepada JurnalLugas.Com, Rabu 22 Juli 2026.

Gejala Gangguan Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Beberapa tanda yang patut menjadi perhatian orang tua antara lain:

  • Wajah atau kelopak mata tampak bengkak saat bangun tidur.
  • Kaki dan tangan mengalami pembengkakan.
  • Frekuensi buang air kecil berubah drastis.
  • Urine berbusa, keruh, atau bercampur darah.
  • Anak mudah lelah dan kehilangan nafsu makan.
  • Berat badan sulit bertambah.
  • Tekanan darah meningkat.
  • Demam akibat infeksi saluran kemih yang berulang.

Tidak semua anak menunjukkan gejala yang sama. Pada beberapa kasus, penyakit ginjal berkembang secara perlahan tanpa keluhan yang jelas.

Pentingnya Pemeriksaan Sejak Dini

Dokter biasanya melakukan pemeriksaan urine, tes darah, pengukuran tekanan darah, hingga pemeriksaan pencitraan seperti USG apabila dicurigai terdapat gangguan ginjal.

Pemeriksaan dini menjadi langkah penting agar kerusakan ginjal tidak berkembang menjadi penyakit ginjal kronis yang membutuhkan penanganan lebih kompleks.

Cara Menjaga Kesehatan Ginjal Anak

Orang tua dapat membantu menjaga kesehatan ginjal anak melalui kebiasaan sederhana, seperti:

  • Memastikan anak minum air putih sesuai kebutuhan.
  • Memberikan makanan bergizi seimbang.
  • Membatasi konsumsi makanan tinggi garam dan minuman manis.
  • Mengobati infeksi saluran kemih hingga tuntas.
  • Tidak memberikan obat tanpa anjuran tenaga kesehatan.
  • Mengajak anak aktif bergerak setiap hari.

Kebiasaan tersebut berperan dalam menjaga fungsi ginjal tetap optimal sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Jangan Abaikan Keluhan Sekecil Apa Pun

Gangguan ginjal pada anak bukan kondisi yang bisa dianggap sepele. Mengenali gejala sejak awal dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

Orang tua juga disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama jika anak memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga atau pernah mengalami infeksi saluran kemih berulang.

Baca artikel kesehatan terpercaya lainnya di JurnalLugas.Com: https://JurnalLugas.Com

(Wening)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait