JurnalLugas.Com – Hampir tiga pekan berlalu sejak gangguan besar pada sistem kelistrikan Sumatera menyebabkan pemadaman massal di berbagai provinsi. Namun hingga pertengahan Juni 2026, sebagian warga di Sumatera Utara mengaku masih sering mengalami pemadaman listrik yang terjadi secara berulang dan tanpa jadwal yang jelas.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai progres pemulihan jaringan listrik pasca-insiden blackout yang sempat melumpuhkan aktivitas di sejumlah daerah pada Mei lalu.
Sebagaimana diketahui, gangguan pada jaringan transmisi tegangan tinggi 275 kV di jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai, Jambi, memicu terhentinya pasokan listrik dalam skala luas di Pulau Sumatera.
Dampaknya dirasakan mulai dari Aceh hingga Lampung, dengan wilayah Aceh dan Sumatera Utara menjadi salah satu daerah yang mengalami pemulihan paling lama.
Kini, meski sistem kelistrikan telah kembali beroperasi, sejumlah warga mengaku masih menghadapi pemadaman yang terjadi hampir setiap hari.
Bagus, warga Kabupaten Deli Serdang, mengatakan aliran listrik di lingkungannya masih beberapa kali padam dalam sepekan terakhir. Durasi pemadaman pun bervariasi, mulai dari satu jam hingga beberapa jam.
“Masih ada pemadaman. Pernah berlangsung sekitar empat jam dan terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, waktu pemadaman sulit diprediksi. Kadang terjadi pada pagi hari saat aktivitas masyarakat mulai berjalan, namun tidak jarang juga berlangsung menjelang malam.
Situasi tersebut dinilai cukup mengganggu, terutama ketika cuaca panas melanda wilayah Sumatera Utara dalam beberapa pekan terakhir.
“Kalau listrik mati saat cuaca panas, aktivitas di rumah jadi kurang nyaman,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Nur, warga kawasan Simpang Limun, Kota Medan. Ia mengaku rumahnya juga masih mengalami pemadaman listrik meski blackout besar telah terjadi beberapa minggu lalu.
Menurutnya, pemadaman biasanya berlangsung antara dua hingga tiga jam dan terjadi lebih dari satu kali dalam sepekan.
Warga mulai mempertanyakan lambatnya proses normalisasi jaringan. Informasi yang beredar di lingkungan masyarakat menyebutkan bahwa sebagian pemadaman masih berkaitan dengan proses pemulihan sistem pasca-gangguan besar yang terjadi bulan lalu.
Meski memahami perlunya perbaikan infrastruktur kelistrikan, masyarakat berharap ada kepastian mengenai target penyelesaian pekerjaan agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu.
“Kalau memang masih ada proses perbaikan, masyarakat tentu bisa memahami. Namun perlu ada penjelasan yang lebih terbuka mengenai sampai kapan kondisi ini akan berlangsung,” ujar seorang warga.
Pemadaman berulang tidak hanya berdampak pada kenyamanan rumah tangga, tetapi juga berpengaruh terhadap pelaku usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik stabil untuk menjalankan kegiatan operasional mereka.
Sejumlah warga berharap pihak terkait dapat mempercepat proses pemulihan jaringan sekaligus meningkatkan komunikasi kepada pelanggan terkait jadwal maupun penyebab pemadaman yang masih terjadi di beberapa wilayah Sumatera Utara.
Untuk informasi berita nasional, ekonomi, dan daerah terkini, kunjungi https://JurnalLugas.Com
(Catur)






