JurnalLugas.Com – Harga beras nasional masih menjadi perhatian utama masyarakat di tengah fluktuasi sejumlah bahan pangan pokok. Berdasarkan pemantauan terbaru, harga beras berbagai kualitas masih bertahan pada level yang relatif tinggi, terutama untuk kategori premium yang menembus Rp17.000 per kilogram.
Data harga pangan nasional pada Sabtu (13/6/2026) menunjukkan beras kualitas super I diperdagangkan rata-rata Rp17.550 per kilogram. Sementara beras kualitas super II berada di kisaran Rp17.000 per kilogram.
Angka tersebut menunjukkan bahwa komoditas beras premium masih menjadi salah satu pengeluaran terbesar rumah tangga, terutama di wilayah perkotaan yang mengandalkan pasokan dari sentra produksi luar daerah.
Untuk kategori menengah, beras kualitas medium I tercatat Rp16.250 per kilogram dan medium II sebesar Rp16.050 per kilogram. Sedangkan beras kualitas bawah I berada di angka Rp14.650 per kilogram dan kualitas bawah II mencapai Rp14.500 per kilogram.
Pengamat ekonomi pangan menilai kestabilan harga beras menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi nasional. “Beras merupakan komoditas utama konsumsi masyarakat. Perubahan harga sekecil apa pun dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga dalam skala besar,” ujarnya.
Di luar beras, sejumlah komoditas pangan juga masih menunjukkan harga yang cukup tinggi. Cabai rawit merah menjadi komoditas paling mahal di kelompok hortikultura dengan harga mencapai Rp74.550 per kilogram.
Kenaikan harga cabai tersebut masih dipengaruhi faktor pasokan dan distribusi yang belum sepenuhnya stabil di beberapa daerah sentra produksi.
Bawang merah tercatat berada di level Rp55.450 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp42.300 per kilogram. Kedua komoditas ini tetap menjadi kebutuhan penting rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.
Untuk sumber protein hewani, telur ayam ras dijual rata-rata Rp30.100 per kilogram. Sementara daging ayam ras segar berada di kisaran Rp37.200 per kilogram.
Harga daging sapi kualitas I tercatat Rp148.600 per kilogram, sedangkan kualitas II mencapai Rp139.650 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas dengan harga tertinggi di pasar pangan nasional.
Di sektor kebutuhan dapur lainnya, gula pasir premium diperdagangkan Rp20.250 per kilogram dan gula pasir lokal sebesar Rp19.150 per kilogram.
Adapun minyak goreng curah berada di angka Rp20.600 per liter. Sementara minyak goreng kemasan bermerek dijual antara Rp23.300 hingga Rp24.200 per liter.
Kondisi harga pangan yang masih bertahan tinggi membuat masyarakat semakin selektif dalam mengatur pengeluaran bulanan. Stabilitas pasokan dan distribusi dinilai menjadi kunci utama agar harga kebutuhan pokok, terutama beras, tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ikuti perkembangan harga pangan, ekonomi, dan bisnis terkini hanya di JurnalLugas.Com
(Endarto)






