JurnalLugas.Com – Lingkaran hitam di bawah mata atau yang sering disebut mata panda menjadi salah satu masalah penampilan yang banyak dikeluhkan masyarakat.
Kondisi ini tidak hanya membuat wajah terlihat lelah, tetapi juga dapat mengurangi rasa percaya diri karena memberi kesan kurang segar dan lebih tua dari usia sebenarnya.
Banyak orang mengira mata panda hanya disebabkan oleh kurang tidur. Padahal, kondisi tersebut dapat dipicu oleh berbagai faktor yang sering kali tidak disadari dan berlangsung dalam jangka panjang.
Kurang Tidur Bukan Satu-Satunya Penyebab
Tidur yang tidak cukup memang menjadi pemicu paling umum munculnya lingkaran gelap di area mata. Saat tubuh kekurangan istirahat, pembuluh darah di bawah kulit mata dapat terlihat lebih jelas sehingga menciptakan bayangan gelap.
Namun, jika mata panda tetap muncul meski waktu tidur sudah cukup, kemungkinan terdapat faktor lain yang memengaruhinya.
Faktor Keturunan Berperan Besar
Beberapa orang memiliki kecenderungan genetik mengalami hiperpigmentasi atau warna kulit yang lebih gelap di area bawah mata. Kondisi ini sering ditemukan pada anggota keluarga yang memiliki masalah serupa.
Dokter spesialis kulit umumnya menyebut faktor genetik sebagai salah satu penyebab yang cukup sulit dihilangkan sepenuhnya tanpa perawatan khusus.
“Faktor keturunan dapat membuat area bawah mata lebih gelap sejak usia muda dan bertahan hingga dewasa,” ujar seorang dermatolog dalam berbagai edukasi kesehatan, Minggu 14 Juni 2026.
Paparan Layar Gadget Terlalu Lama
Kebiasaan menatap layar komputer, ponsel, atau tablet selama berjam-jam juga dapat memperparah mata panda. Aktivitas ini membuat mata bekerja lebih keras sehingga pembuluh darah di sekitar mata melebar dan tampak lebih jelas dari permukaan kulit.
Selain itu, kurangnya waktu istirahat bagi mata dapat menyebabkan kelelahan visual yang memperburuk tampilan lingkaran hitam.
Alergi dan Sering Mengucek Mata
Reaksi alergi pada hidung atau mata dapat memicu peradangan dan pelebaran pembuluh darah di sekitar area mata. Kebiasaan mengucek mata saat gatal juga berpotensi merusak jaringan kulit yang tipis sehingga warna gelap semakin terlihat.
Tidak sedikit penderita alergi musiman yang mengeluhkan mata panda muncul lebih jelas ketika gejala alergi kambuh.
Penuaan Alami Membuat Mata Terlihat Gelap
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin pada kulit akan menurun. Akibatnya, kulit di bawah mata menjadi lebih tipis sehingga pembuluh darah di area tersebut lebih mudah terlihat.
Proses alami ini sering membuat lingkaran hitam tampak semakin jelas meski seseorang memiliki pola hidup yang cukup sehat.
Dehidrasi dan Pola Makan Tidak Seimbang
Kurangnya asupan cairan dapat membuat kulit tampak kusam dan cekung, termasuk pada area bawah mata. Selain itu, konsumsi makanan tinggi garam juga dapat menyebabkan retensi cairan yang membuat mata terlihat bengkak dan mempertegas bayangan gelap.
Para ahli kesehatan menyarankan konsumsi air putih yang cukup serta memperbanyak makanan kaya vitamin C, vitamin E, dan zat besi untuk membantu menjaga kesehatan kulit.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Jika mata panda muncul secara tiba-tiba, semakin parah, atau disertai gejala lain seperti pembengkakan yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan tertentu yang menjadi penyebabnya.
Menjaga pola tidur, mengurangi paparan layar berlebihan, mengelola stres, dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi tampilan mata panda secara bertahap.
Meski sering dianggap masalah kosmetik semata, mata panda yang tidak kunjung hilang bisa menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih terhadap kualitas istirahat dan gaya hidup sehari-hari.
Baca berita dan informasi menarik lainnya di JurnalLugas.Com
(Wening)






