JurnalLugas.Com – Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang berpotensi terjadi pada Rabu, 24 Juni 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya peluang hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat serta hembusan angin kencang di beberapa daerah.
Perubahan pola atmosfer menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya aktivitas pembentukan awan hujan. BMKG mencatat terdapat wilayah konvergensi yang memanjang di beberapa kawasan, mulai dari Samudra Pasifik Utara Papua, perairan barat Lampung, hingga wilayah Bengkulu dan sebagian Sulawesi.
Kondisi tersebut membuat massa udara berkumpul dan meningkatkan peluang terbentuknya awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas tinggi.
Prakirawan BMKG, Alya Sausan, menjelaskan bahwa pengaruh daerah konvergensi dapat memperbesar potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilewati jalur tersebut. Menurutnya, sejumlah daerah perlu memperhatikan kemungkinan cuaca ekstrem dalam periode tertentu.
“Pertumbuhan awan hujan meningkat di sekitar wilayah konvergensi sehingga beberapa daerah berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” ujar Alya dalam keterangannya.
Berdasarkan prakiraan BMKG, beberapa kota besar yang berpeluang mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang antara lain Jambi, Tanjung Selor, serta Merauke.
Sementara itu, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah kota besar seperti Medan, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Denpasar, Mataram, Mamuju, Palu, Ambon, Manokwari, Nabire, Jayapura, hingga Jayawijaya.
Adapun beberapa wilayah yang diprediksi mengalami kondisi berawan meliputi Banda Aceh, Yogyakarta, Banjarmasin, Samarinda, Pontianak, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, dan Ternate.
Sumatera Utara Diminta Waspada Banjir dan Longsor
Selain prakiraan cuaca nasional, BMKG juga memberikan perhatian khusus terhadap wilayah Sumatera Utara. Masyarakat di daerah lereng barat dan lereng timur Sumatera Utara diimbau berhati-hati karena hujan yang turun berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Prakirawan Balai BMKG Wilayah I Medan, Endah Paramitha, mengatakan kondisi atmosfer di Sumatera Utara masih cukup labil sehingga mendukung terbentuknya awan hujan lokal.
“Kondisi atmosfer yang labil dapat memicu hujan disertai petir dan angin kencang yang berpotensi berdampak pada banjir maupun longsor,” kata Endah.
BMKG mengingatkan masyarakat agar memperhatikan informasi cuaca terbaru, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana. Potensi hujan deras dalam waktu singkat tetap perlu diantisipasi karena dapat menyebabkan peningkatan debit air serta gangguan aktivitas masyarakat.
Pemerintah daerah dan masyarakat juga diharapkan melakukan langkah pencegahan, seperti membersihkan saluran air, menghindari area rawan longsor, serta tidak mengabaikan peringatan dini cuaca.
Informasi terbaru seputar cuaca, lingkungan, dan kabar terkini lainnya dapat dibaca melalui JurnalLugas.Com.
(Catur)






