JurnalLugas.Com – Polres Metro Jakarta Selatan membantah anggapan bahwa kepolisian lamban menangani kasus temuan senjata di sebuah sekolah swasta di wilayah Jakarta Selatan.
Polisi menyebut proses penanganan perkara tetap berjalan, termasuk pendalaman terhadap sejumlah barang yang ditemukan di lingkungan sekolah.
Keterangan tersebut disampaikan setelah pihak yayasan mempertanyakan perkembangan penanganan perkara dan meminta aparat kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah ruangan di sekolah.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo menjelaskan, kepolisian sebelumnya telah membuat laporan model A tidak lama setelah temuan awal pada 10 Juli 2026.
Namun, beberapa hari kemudian pihak yayasan membuat laporan baru sehingga proses penanganan kemudian disesuaikan dengan laporan tersebut.
Menurut Joko, perubahan dasar laporan itu menjadi salah satu bagian yang perlu dijelaskan agar tidak muncul anggapan bahwa polisi sengaja memperlambat proses penyelidikan.
“Polisi sebelumnya sudah membuat laporan, kemudian yayasan membuat laporan baru pada 15 Juli,” kata Joko di Polres Metro Jakarta Selatan, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Polisi menyatakan temuan senjata tersebut masih dalam tahap pendalaman. Penyidik juga belum berhenti pada temuan awal karena perkembangan terbaru menunjukkan adanya sejumlah barang lain yang ditemukan di lokasi.
Sebelumnya, pihak yayasan menyebut temuan pertama diketahui pada 10 Juli 2026. Perkembangan kembali terjadi pada 5 Agustus 2026 ketika polisi menemukan sejumlah barang, termasuk tiga pucuk airsoft gun serta barang yang diduga merupakan narkotika jenis ganja dan sabu.
Temuan tersebut membuat pemeriksaan di lingkungan sekolah menjadi perhatian. Pihak yayasan meminta polisi memastikan seluruh ruangan yang dinilai masih berkaitan dengan perkara dapat diperiksa secara menyeluruh, termasuk area yang sebelumnya telah dipasangi garis polisi.
Di tengah proses penyelidikan, muncul pula dugaan bahwa keberadaan senjata tersebut mungkin berkaitan dengan persoalan lain yang sedang berlangsung di lingkungan yayasan.
Polisi tidak menutup kemungkinan adanya hubungan antara temuan senjata dengan sengketa yang melibatkan pihak yayasan dan mantan ketua pengurus yayasan.
Namun, kepastian mengenai dugaan tersebut masih menunggu keterangan dari pihak-pihak terkait.
Joko mengatakan polisi masih perlu menggali informasi lebih jauh dari pihak yayasan sebelum menarik kesimpulan mengenai latar belakang keberadaan barang-barang tersebut.
“Hal itu masih kami dalami berdasarkan keterangan pihak yayasan,” ujarnya.
Persoalan lain yang juga belum dapat dipastikan adalah status legalitas senjata yang ditemukan di lingkungan sekolah.
Polisi belum mengungkap apakah senjata tersebut memiliki dokumen resmi atau masih memiliki dokumen yang berlaku.
Joko menegaskan kepolisian belum dapat memberikan informasi lebih jauh mengenai aspek legalitas tersebut karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
“Kami belum bisa menyampaikan,” kata Joko.
Bagi pihak sekolah dan yayasan, pemeriksaan lanjutan dinilai penting untuk memastikan lingkungan pendidikan tersebut benar-benar aman.
Permintaan tersebut juga muncul setelah ditemukannya sejumlah barang berbeda dalam pemeriksaan yang dilakukan pada waktu berbeda.
Polisi sendiri masih mengumpulkan keterangan dan mendalami barang bukti yang telah ditemukan. Termasuk menelusuri bagaimana senjata dan barang yang diduga narkotika tersebut dapat berada di lingkungan sekolah.
Sampai saat ini, belum ada kesimpulan final mengenai pihak yang bertanggung jawab maupun motif di balik keberadaan barang-barang tersebut. Polisi juga belum memastikan keterkaitannya dengan sengketa internal yayasan.
Perkara ini menjadi perhatian karena lokasi temuan berada di lingkungan sekolah. Karena itu, selain mengungkap asal-usul barang, proses penyelidikan juga diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai keamanan lingkungan pendidikan tersebut.
Dengan pemeriksaan yang masih berjalan, publik kini menunggu hasil pendalaman polisi mengenai legalitas senjata, asal-usul barang, serta kemungkinan adanya keterkaitan dengan persoalan internal yang sebelumnya telah muncul di lingkungan yayasan.
Perkembangan kasus temuan senjata dan barang yang diduga narkotika di sekolah Jakarta Selatan masih akan bergantung pada hasil pemeriksaan lanjutan kepolisian.
Informasi terbaru dan perkembangan berita lainnya dapat dibaca melalui JurnalLugas.Com.
(Bowo)






