JurnalLugas.Com – Operasi penyelamatan pascagempa besar yang mengguncang Venezuela masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak.
Pemerintah setempat mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia terus bertambah hingga mencapai 589 orang, sementara 2.980 warga mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Data terbaru itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, dalam pernyataan resmi yang disiarkan televisi nasional pada Jumat (26/6/2026).
Pemerintah menyebut proses evakuasi dan pencarian korban masih dilakukan di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan paling parah.
Rodriguez mengungkapkan duka mendalam atas besarnya dampak bencana tersebut. Menurutnya, hingga saat ini ratusan korban telah ditemukan meninggal dunia, sedangkan ribuan lainnya masih mendapatkan perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Di sisi lain, Menteri Kesehatan Carlos Alvarado menjelaskan bahwa wilayah La Guaira menjadi daerah dengan kondisi paling kritis.
Kawasan itu mencatat angka korban jiwa dan korban luka tertinggi dibandingkan wilayah lain yang terdampak gempa.
Untuk mempercepat penanganan, pemerintah Venezuela langsung mengaktifkan sistem tanggap darurat nasional hanya beberapa saat setelah guncangan terjadi.
Ribuan tenaga kesehatan diterjunkan ke lapangan guna membantu proses penyelamatan sekaligus memberikan pelayanan medis kepada korban.
“Kami segera mengaktifkan mekanisme darurat nasional dan mengerahkan ribuan tenaga kesehatan ke daerah terdampak,” ujar Alvarado dalam keterangannya.
Pemerintah menyebut lebih dari 5.000 tenaga medis, termasuk sekitar 1.200 dokter, kini bekerja di berbagai lokasi bencana untuk menangani korban serta mendukung layanan kesehatan yang terdampak.
Dua Gempa Besar Picu Kerusakan Luas
Bencana ini dipicu oleh dua gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 yang mengguncang Venezuela pada Rabu.
Setelah gempa utama, wilayah tersebut masih diguncang sekitar 30 gempa susulan, sehingga memperumit proses evakuasi.
Guncangan kuat menyebabkan banyak bangunan runtuh, merusak jaringan infrastruktur vital, fasilitas kesehatan, hingga permukiman warga.
Sejumlah rumah sakit mengalami kerusakan sehingga pelayanan kesehatan harus dialihkan ke lokasi darurat.
Selain itu, operasional bandara utama Venezuela juga sempat dihentikan akibat dampak kerusakan dan pertimbangan keselamatan penerbangan.
Hingga kini, pemerintah bersama tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi korban, menyalurkan bantuan kemanusiaan, serta memulihkan layanan publik di wilayah-wilayah yang paling terdampak bencana.
Baca berita nasional dan internasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






