Gempa M 6,4 Guncang Dekat Pulau Karatung Sulawesi Utara, BMKG Imbau Warga Tetap Berhati-hati

JurnalLugas.Com – Aktivitas tektonik kembali terjadi di kawasan perairan utara Indonesia. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,4 mengguncang wilayah di sekitar Pulau Karatung, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Rabu, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 11.14 WIB.

Informasi awal yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa pusat gempa berada pada koordinat 5,60 Lintang Utara dan 125,27 Bujur Timur.

Bacaan Lainnya

Episenter gempa terletak sekitar 211 kilometer di barat laut Pulau Karatung, dengan lokasi yang berada di kawasan perairan wilayah Filipina.

BMKG mencatat gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, sehingga termasuk kategori gempa dangkal yang umumnya dipicu oleh aktivitas pergerakan lempeng tektonik di bawah permukaan bumi.

Dalam informasi awalnya, BMKG menyampaikan bahwa parameter gempa masih dapat mengalami pembaruan seiring proses analisis lanjutan.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Bekasi Dini Hari BMKG Minta Warga Tetap Waspada

“Gempa berkekuatan Magnitudo 6,4 dengan kedalaman 10 kilometer,” tulis BMKG dalam laporan singkatnya.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut. Otoritas terkait masih melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi dari wilayah yang berpotensi merasakan dampak gempa.

Meski belum ada laporan dampak signifikan, masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Sulawesi Utara dan kawasan pesisir sekitar Kepulauan Talaud, diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. Gempa dengan magnitudo cukup besar berpotensi diikuti gempa susulan, meskipun intensitasnya belum dapat dipastikan.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada sumber resmi pemerintah untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai aktivitas kegempaan.

Warga juga disarankan memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali memasuki rumah atau gedung yang sempat ditinggalkan apabila merasakan guncangan cukup kuat. Langkah tersebut penting untuk menghindari risiko akibat kerusakan struktur yang mungkin tidak terlihat secara kasat mata.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat aktivitas seismik tertinggi di dunia karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).

Baca Juga  Waspada Tsunami Akibat Gempa Rusia Sekolah di Gorontalo Utara Pulangkan Siswa

Pertemuan sejumlah lempeng tektonik aktif menyebabkan gempa bumi menjadi fenomena yang relatif sering terjadi di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Utara yang berada di dekat zona subduksi dan sesar aktif.

Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana. Mengenali jalur evakuasi, mengikuti arahan petugas, serta tetap tenang saat terjadi gempa merupakan langkah sederhana yang dapat membantu meminimalkan dampak ketika bencana terjadi.

Perkembangan mengenai gempa Magnitudo 6,4 di sekitar Pulau Karatung masih terus dipantau. Informasi terbaru akan diperbarui sesuai keterangan resmi dari BMKG maupun instansi berwenang.

Ikuti berita nasional, peristiwa, dan informasi terkini lainnya hanya di https://JurnalLugas.Com.

(Catur)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait