JurnalLugas.Com – Situasi keamanan di Yaman kembali memanas. Kelompok Houthi mengklaim melancarkan serangan besar menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak atau drone terhadap pasukan yang didukung Arab Saudi di wilayah Mocha, Provinsi Taiz, Yaman bagian barat.
Serangan tersebut disebut berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026, dengan sasaran kawasan yang dinilai strategis karena berada di sepanjang pesisir Laut Merah.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, menyatakan operasi itu diarahkan ke titik konsentrasi pasukan serta tempat penyimpanan senjata di sekitar Mocha. Dalam pernyataannya, Houthi mengklaim menggunakan sejumlah rudal balistik dan drone dalam serangan tersebut.
Klaim itu muncul bersamaan dengan laporan mengenai beberapa ledakan yang terdengar dari kawasan pelabuhan.
Seorang pejabat pemerintah setempat yang tidak disebutkan identitasnya menyebut sejumlah rudal ditembakkan ke arah pelabuhan. Menurut pejabat tersebut, sebagian sasaran berada di area yang disebut sebagai kawasan sipil di dalam fasilitas pelabuhan.
Warga Mocha juga melaporkan mendengar suara ledakan dari arah pelabuhan. Kepulan asap kemudian terlihat membubung di atas kawasan tersebut setelah serangan terjadi.
Belum ada rincian menyeluruh mengenai dampak serangan, termasuk jumlah korban maupun tingkat kerusakan fasilitas yang terdampak.
Mocha sendiri bukan wilayah biasa dalam peta konflik Yaman. Kota pelabuhan itu berada di garis pantai Laut Merah dan relatif dekat dengan Selat Bab al-Mandab.
Posisi tersebut membuat Mocha memiliki nilai strategis karena kawasan Bab al-Mandab menjadi salah satu jalur penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Jalur tersebut juga dilalui pelayaran internasional yang menghubungkan sejumlah kawasan perdagangan utama.
Ketegangan Yaman Kembali Meningkat
Wilayah pelabuhan dan pesisir di sekitar Mocha saat ini berada dalam kendali pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Yaman yang mendapat pengakuan internasional.
Serangan yang diklaim Houthi itu terjadi ketika ketegangan bersenjata di Yaman kembali menunjukkan peningkatan dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, kelompok tersebut juga disebut melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone terhadap pasukan pemerintah di sejumlah wilayah timur Yaman, termasuk Marib dan Hadramout.
Perkembangan tersebut menambah panjang rangkaian konflik yang telah berlangsung di Yaman selama bertahun-tahun. Persaingan antara kelompok Houthi dan kubu yang mendukung pemerintah Yaman juga melibatkan kepentingan regional, termasuk keterlibatan pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan Arab Saudi.
Serangan di Mocha menjadi perhatian tersendiri karena lokasinya berada di kawasan pesisir yang memiliki arti penting bagi keamanan pelayaran.
Setiap eskalasi di sekitar Laut Merah dan Bab al-Mandab berpotensi menimbulkan kekhawatiran lebih luas, terutama bagi aktivitas perdagangan dan pelayaran internasional yang bergantung pada jalur tersebut.
Untuk sementara, klaim mengenai sasaran dan hasil serangan masih datang dari pihak-pihak yang terlibat dalam konflik. Kondisi di lapangan juga dapat berubah dengan cepat seiring perkembangan operasi militer berikutnya.
Situasi tersebut membuat perkembangan keamanan di Mocha dan wilayah pesisir Laut Merah masih menjadi perhatian, terutama di tengah meningkatnya kembali intensitas serangan antara kelompok Houthi dan pasukan yang berseberangan dengannya.
Baca berita dan informasi terkini lainnya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






