JurnalLugas.Com – Pergerakan harga emas batangan PT Antam Tbk kembali mengalami koreksi pada awal pekan. Berdasarkan pembaruan harga Logam Mulia pada Senin (29/6/2026), nilai jual emas Antam turun sebesar Rp15.000 per gram, memberikan peluang baru bagi masyarakat yang berencana menambah investasi logam mulia.
Harga emas ukuran 1 gram kini dipatok sebesar Rp2.645.000, lebih rendah dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di angka Rp2.660.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Nilai buyback emas Antam kini berada di level Rp2.360.000 per gram, sehingga investor perlu memperhatikan selisih harga jual dan beli sebelum melakukan transaksi.
Meski demikian, harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global maupun kebijakan internal perusahaan.
Daftar Harga Emas Antam Terbaru
Berikut rincian harga emas batangan Antam berdasarkan pecahan pada Senin, 29 Juni 2026:
- 0,5 gram: Rp1.372.500
- 1 gram: Rp2.645.000
- 2 gram: Rp5.230.000
- 3 gram: Rp7.820.000
- 5 gram: Rp13.000.000
- 10 gram: Rp25.945.000
- 25 gram: Rp64.737.000
- 50 gram: Rp129.395.000
- 100 gram: Rp258.712.000
- 250 gram: Rp646.515.000
- 500 gram: Rp1.292.820.000
- 1.000 gram (1 kilogram): Rp2.585.600.000
Ketentuan Pajak Pembelian dan Buyback
Selain memperhatikan harga, calon pembeli maupun investor juga perlu memahami aturan perpajakan yang berlaku dalam transaksi emas batangan.
Mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi pembeli yang belum memiliki NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti pemotongan pajak.
Sementara itu, untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Potongan pajak tersebut langsung dikurangi dari total nilai buyback yang diterima penjual.
Investor Disarankan Memantau Pergerakan Harga
Koreksi harga emas pada hari ini menjadi perhatian para investor maupun masyarakat yang menjadikan logam mulia sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Fluktuasi harga merupakan hal yang lazim terjadi, sehingga keputusan membeli atau menjual sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi dan kondisi pasar.
Memantau perkembangan harga emas secara berkala juga dapat membantu investor menentukan waktu yang lebih tepat untuk melakukan transaksi sehingga potensi keuntungan dapat dioptimalkan.
Ikuti informasi ekonomi, investasi, dan berita terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com
(Endarto)






